Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bantah Kabur dari Diskusi UGM, Wamentan Sudaryono: Kami Datang untuk Dialog
Selasa, 16 Juni 2026 00:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi dalam agenda diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026).
Sudaryono menegaskan, dirinya bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid serta Budiman Sudjatmiko datang ke UGM dengan tujuan berdialog secara terbuka dan demokratis dengan mahasiswa.
"Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini," ujar Sudaryono.
Ia mengatakan, sejak awal forum berlangsung, para narasumber membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah.
"Ditanya apa saja tidak masalah. Dihadapi seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis," tuturnya.
Namun, di tengah jalannya forum, Sudaryono menyebut ada sekelompok peserta yang tidak menginginkan diskusi dilanjutkan sehingga suasana menjadi tidak kondusif.
Baca juga : 10 Bulan Studi Di Amerika Serikat, Duta Muda Indonesia Jembatani Dua Bangsa
"Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog," ungkapnya.
Sudaryono mengaku tetap bertahan di lokasi bersama Nusron Wahid lantaran meyakini bahwa dialog merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pandangan.
Namun, situasi disebut semakin memanas setelah terjadi pelemparan air dan dugaan tindakan fisik.
"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," jelas Sudaryono.
Ia membantah anggapan bahwa dirinya dan rombongan meninggalkan lokasi untuk menghindari dialog.
"Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," tegasnya.
Baca juga : Taman Puring Diproyeksikan Jadi Ruang Terbuka Hijau Untuk Difabel di Jaksel
Dalam diskusi spontan tersebut, sejumlah mahasiswa menyampaikan kritik terkait persoalan pertanahan dan dugaan penggusuran.
Menurut Sudaryono, dirinya terbuka untuk memverifikasi langsung setiap persoalan yang disampaikan.
"Kalau memang ada penggusuran atau persoalan agraria tertentu, ayo kita cek bersama. Saya bahkan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangi lokasi dan melihat langsung persoalannya," ucap Sudaryono.
Ia menegaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
"Kalau ada yang keliru, kita perbaiki. Itu cerminan demokrasi. Orang boleh punya pendapat, tetapi juga harus menghargai pendapat orang lain," ujarnya.
Sudaryono juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang hadir dengan niat berdialog namun tidak dapat mengikuti forum secara optimal akibat situasi yang terjadi.
Baca juga : Hendrawan Supratikno: Kami Selalu Utamakan Kader Internal Partai
"Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting kita berdiskusi," tuturnya.
Menutup keterangannya, Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat.
"Atas dasar cinta kepada negara, kami siap berdialog dengan siapa pun. Ini bukti bahwa pemerintah demokratis dan terbuka terhadap kritik maupun masukan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya