Dark/Light Mode

Bamsoet Dukung Perusahaan Qatar Buka Pabrik Pengolahan Tembaga di Indonesia

Kamis, 4 Juli 2024 20:36 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) menerima Direksi Suhail Industrial Holding Group, di Jakarta, Kamis (4/7/2024). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) menerima Direksi Suhail Industrial Holding Group, di Jakarta, Kamis (4/7/2024). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung rencana perusahaan asal Qatar, Suhail Industrial Holding Group, yang akan menanamkan investasi di Indonesia. Rencananya, Suhail Industrial Holding Group akan membuat pabrik pengolahan tembaga serta biji plastik dan produk plastik.

Suhail Industrial Holding Group adalah grup perusahaan yang mengkhususkan diri dalam daur ulang, produksi serta ekspor logam non-ferrous dan plastik. Suhail Industrial Holding Group saat ini memiliki jaringan anak perusahaan yang luas. "Setidaknya ada 16 perusahaan yang tersebar di Qatar, Inggris, Tiongkok, Korea Selatan dan Ethiopia," ujar Bamsoet, usai menerima Direksi Suhail Industrial Holding Group, di Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Hadir Direksi Suhail Industrial Holding Group antara lain CEO Ziyad Aboukloub dan Director Marketing Mohammad Mahmoud Aljajeh.

Baca juga : Setara Institute Dukung Rencana Aksi Cegah Ekstremisme Di Indonesia

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, Indonesia memiliki cadangan tembaga yang sangat besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries (MCS) dan United States Geological Survey (USGS) Indonesia masuk peringkat keenam sebagai negara dengan cadangan tembaga terbesar di dunia.

Peringkat pertama negara dengan cadangan tembaga terbesar adalah Chile dengan cadangan tembaga mencapai 200 miliar metrik ton pada 2020. Pada urutan kedua dan ketiga ada Australia dan Peru dengan cadangan tembaga mencapai 87 miliar metrik ton.

"Cadangan sumber daya tembaga di Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebanyak 28 miliar metrik ton. Potensi tembaga di Indonesia terbesar berada di wilayah Papua, tempat beroperasi dua tambang tembaga, yaitu tambang Ertsberg dan Grasberg," kata Bamsoet.

Baca juga : Bamsoet Dukung Sean Gelael Rebut Juara di Balap 6 Hours of Interlagos di Brazil

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, pengolahan tembaga di Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang, baik dalam hal produksi maupun nilai ekonominya. Terlebih, tembaga merupakan salah satu logam non-ferro yang banyak digunakan di berbagai industri. Semisal, industri elektronika, otomotif, konstruksi, dan energi.

Tembaga juga memberikan kontribusi besar bagi penerimaan negara. Data Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan penerimaan negara Bea Keluar (BK) dari ekspor tembaga menembus Rp 1,131 triliun pada April 2024. Penerimaan tersebut melonjak 50.000 persen dibandingkan periode yang sama April 2023 yang hanya Rp 2,26 miliar.

"Potensi tembaga di Indonesia sangat besar dan industri tembaga memiliki peran yang penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, sumber daya tembaga di Indonesia dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan bangsa dan masyarakat Indonesia," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.