Dark/Light Mode

Penghargaan MKD

Senayan Berharap Bisa Jadi Pelopor Pembangunan Etika

Selasa, 3 September 2024 07:15 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad

RM.id  Rakyat Merdeka - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memberikan apresiasi terhadap anggota dewan yang gigih memperjuangkan etika dalam melaksanakan tugasnya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR menggelar MKD Award 2024: Apresiasi Untuk Para Pejuang Etika Lembaga DPR. Melalui ajang ini, DPR diharapkan menjadi pelopor pembangunan demokrasi sekaligus pelopor pembangunan etika. Sebab, jika demokrasi Indonesia hanya menitkberatkan kepada rule of law, maka sistem tersebut akan cenderung pada ranah formal demokrasi saja.

“Dengan adanya sistem etika yang menjadi pendamping sistem hukum, maka sistem demokrasi di Indonesia menjadi lebih baik dan selaras dengan nilai leluhur serta harapan dari masyarakat ini,” ucap Dasco dalam ajang MKD Award 2024: Apresiasi Untuk Para Pejuang Etika Lembaga DPR di Jakarta, Senin (2/9/2024).

MKD Award ini, lanjutnya, menjadi ajang silaturahmi seka­ligus inspirasi bagi anggota DPR untuk selalu melaksanakan tugas dengan optimal serta selaras dengan nilai-nilai luhur, norma dan etika.

Baca juga : Miris, PAD DKI Masih Bocor Di Sana-Sini…

“Melalui kerja sama yang baik di antara MKD, anggota DPR, serta masyarakat secara luas, tentunya kita berharap marwah dan martabat DPR akan selalu terjaga,” sebutnya.

Dasco bilang, MKD telah banyak melakukan terobosan dalam menjaga marwah DPR di masyarakat. Terobosan ini menempatan MKD tidak han­ya sebagai lembaga penjaga etika, tapi juga proaktif meli­hat aspirasi masyarakat akan terobosan hukum mencegah terjadinya potensi pelanggaran etika di DPR.

“Contohnya ketika ada masukan dari masyarakat akan revisi undang-undang, MKD memanggil pimpinan Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang ada di DPR. Kemudian merumuskan undang-undang ini perlu dire­visi. Tugas fungsi pokok anggota Dewan dapat terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat,” sebutnya.

Dasco menuturkan, era modern dan digitalisasi ini membuat ruang antara anggota Dewan dengan masyarakat atau konstituen menjadi sema­kin dekat. Adanya media dan teknologi terutama media sosial, membuat daya pikir dan daya nalar masyarakat dan netizen juga semakin kritis sehingga apabila ada anggota DPR yang menuai kontroversi, dianggap melanggar etika, maka masyara­kat kita akan bereaksi.

Baca juga : Mbappe Sukses Pecahkan Telor

“Menjadi relevan bahkan urgent atas kehadiran MKD sebagai salah satu instrumen atau ruang bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasi dengan membuat aduan terha­dap anggota DPR sebagaimana upaya bersama dalam men­jaga kehormatan, keluhuran, dan martabat DPR sebagai lembaga perwakilan,” tuturnya.

Dasco menuturkan, beberapa produk revisi undang-undang yang terjadi di DPR itu justru lahir karena kejelian dari MKD menindak lanjuti aspirasi ma­syarakat.

Selain itu, MKD juga mengini­siasi aturan yang dapat men­jaga marwah DPR, diantaranya pengaturan terkait penggunaan plat dinas anggota DPR.

Selain itu, untuk memak­simalkan fungsi diplomasi Dewan, MKD mengusulkan agar anggota DPR periode mendatang memiliki paspor diplomatik.

Baca juga : Servis Buruk, Gauff Tergusur

Ketua MKD DPR Adang Daradjatun menuturkan, MKD Award ini merupakan bentuk apresiasi kepada anggota DPR yang menjunjung etika dalam pelaksanaan tugas dan telah menjadi contoh menjadi anggota dewan yang baik, terhormat dan bermartabat. Dia berharap kegiatan ini dapat tetap terse­lenggaran setiap tahunnya.

“Kita berharap di masa yang akan datang kegiatan ini dapat dialaksanakan secara rutin setiap tahunnya karena membangun peradaban etik bagi anggota DPR itu tidak mudah. Butuh ke­biasaan, apresiasi, pengawasan dari MKD, dan yang terpenting adalah pengawasan dari ma­syarakat,” katanya.

Adang menegaskan, penegakan kode etik MKD dilaku­kan tak hanya melalui sistem penindakan, tapi melalui sistem pencegahan dengan memberikan apresiasi kepada anggota yang memenuhi persyaratan.

Jika anggota DPR dihargai kinerjanya, maka dia akan terus berupaya mempertahankan prestasi itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.