Dark/Light Mode

Bamsoet Luncurkan 5 Buku Terbaru di Hari Ulang Tahun ke-62

Selasa, 10 September 2024 16:39 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meluncurkan lima buku sekaligus dalam perayaan hari ulang tahunnya yang ke-62. Terdiri dari satu buku "Biografi Politik Bambang Soesatyo: Pemimpin Adaptif di Era Disrupsi" yang ditulis para rekan jurnalis. Serta empat buku yang ditulis sendiri oleh Bamsoet.

Keempat buku ini terdiri dari buku ke-33 "Legacy MPR RI Periode 2019-2024: Pilar Demokrasi dan Landasan Hukum Negara", dan buku ke-34 "Empat Pilar MPR RI, Strategi Konsensus Kebangsaan Menyongsong Bonus Demografi". Lalu, dua buku ilmu hukum "Politik Hukum dan Kebijakan Publik" dan "Pembaruan Hukum". Dua buku ini sebagai bahan ajar dari mata kuliah yang disampaikan Bamsoet dalam kapasitasnya sebagai dosen tetap Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan (Unhan).

Atas berbagai produktivitasnya dalam menulis buku, pada tahun 2023, Bamsoet mendapatkan dua Rekor MURI. Yakni sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua MPR Penulis Buku Terbanyak dengan total 31 Judul Buku, serta sebagai Ketua DPR sekaligus Ketua MPR yang Merespons Masalah Kenegaraan Aktual Setiap Hari Secara Berkesinambungan.

Bamsoet menyatakan, berbagai buku tersebut merupakan wujud karya baktinya di ujung masa pengabdian sebagai Ketua MPR periode 2019-2024, setelah sebelumnya diberikan amanah sebagai Ketua DPR dan Ketua Komisi III DPR.

Baca juga : Ancol Meluncurkan Video Musik Anak-Anak Terbaru Berjudul Antri

"Tidak terasa di usia ke-62 tahun, alhamdulilah saya sudah menerbitkan 34 buku dan dua buku bahan ajar kuliah. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam hal pembangunan hukum dan berbagai hal seputar penguatan soliditas kebangsaan," ujar Bamsoet, dalam peluncuran lima buku, di Parle Senayan Park, Selasa (10/9/2024).

Hadir antara lain Ketua DPR Puan Maharani, Ketua KY Amzulian Rifai, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad, Wakil Ketua DPR Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin, Ketua Komite II DPD Yorrys Raweyai, Anggota DPD Prof Jimly Asshiddiqie, dan Anggota BPK Ahmadi Noor Supit.

Hadir pula tokoh senior Partai Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, Rektor IPB Prof Arif Satria, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Ketua Dewan Pakar sekaligus Ketua Harian BS Center Prof Didin Damanhuri, dan Pakar Komunikasi Politik Effendy Ghazali.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, buku "Legacy MPR RI Periode 2019-2024: Pilar Demokrasi dan Landasan Hukum Negara" mengkaji secara komprehensif berbagai aspek terkait peran dan kontribusi MPR dalam perkembangan sistem ketatanegaraan Indonesia. Materi yang dibahas merupakan legacy MPR periode 2019-2024 yang meliputi Forum MPR se-Dunia, UU MPR, Badan Kehormatan MPR, tata tertib MPR, serta substansi dan bentuk hukum Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca juga : PUPR Targetkan 104 Km Jalan Nasional Baru Terbangun Tahun 2025

Dengan mengkaji berbagai aspek terkait MPR, diharapkan pembaca memahami pentingnya MPR dalam menjaga kedaulatan rakyat dan keberlangsungan negara. "Buku ini juga bertujuan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi MPR serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat peran dan fungsi lembaga MPR di masa depan," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, dalam buku "Empat Pilar MPR RI: Strategi Konsensus Kebangsaan Menyongsong Bonus Demografi" membahas pentingnya nilai-nilai fundamental Empat Pilar MPR, yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Kata Bamsoet, Empat Pilar MPR juga bisa menjadi filter dalam menghadapi tahun politik, agar bangsa Indonesia tidak terpengaruh untuk saling berkonflik karena beda pilihan. "Bagi setiap penyelenggara negara serta segenap warga negara Indonesia, harus memiliki keyakinan, bahwa prinsip-prinsip dalam Empat Pilar MPR merupakan bagian dari prinsip moral ke-Indonesia-an yang membawa kepada tercapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur," terang Bamsoet.

Dia menambahkan, buku bahan ajar "Politik Hukum dan Kebijakan Publik" dihadirkan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan antara politik hukum dan kebijakan publik di Indonesia. Sedangkan buku "Pembaruan Hukum" hadir untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pembaruan hukum di Indonesia yang menjadi topik penting dalam upaya memperkuat sistem hukum nasional.

Baca juga : BTN Targetkan Biayai 150 Ribu Rumah Rendah Emisi Tahun 2029

"Mudah-mudahan kedua buku bahan ajar tersebut dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dan menjadi referensi penting bagi para pengambil kebijakan, kalangan akademisi, mahasiswa serta khalayak umum," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.