Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB Eka Widodo mengatakan, Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 juga menyasar KPU sebesar 27,53 persen dari total Rp 3,062 triliun menjadi Rp 2,219 triliun.
Pemotongan anggaran KPU menjadi yang terendah dibandingkan lembaga sejawat. Edo, sapaan akrab Eka Widodo membandingkan pemotongan anggaran Bawaslu sebesar Rp 39,5 persen dari DIPA Rp. 2.4 triliun menjadi Rp. 1,4 triliun.
DKPP dipangkas 65,12 persen dari pagu awal Rp 86,2 milliar menjadi Rp 34 milliar, namun pada RDPU Komisi II DPR RI (12/02/25) menyimpulkan tambahan DKPP menjadi Rp 55,2 milliar.
Baca juga : Jasaraharja Putera Bayarkan Klaim Public Liability Senilai Rp 2,6 Miliar
"Selain harus efisien, saya berharap KPU lebih sensitif dalam penggunaan anggaran, KPU harus evaluasi atas berbagai tudingan selama ini yang bergaya hidup mewah dan fasilitas berlebih," saran Edo, Senin (17/2/2025).
Legislator asal Dapil Jawa Tengah IX itu mengaku mengikuti berita terkait berbagai tudingan gaya hidup mewah para anggota KPU, seperti sewa privat jet, fasilitas 3 mobil untuk masing-masing anggota (Mitsubishi Pajero, Hyundai Palisade, dan Toyota Alphard), tinggal di apartemen mewah, dan fasilitas lainnya.
"Saya berharap KPU sensitif dengan Inpres esisiensi APBN untuk kepentingan rakyat ini. Jangan lagi menciptakan kegaduhan karena tudingan gaya hidup mewah penyelenggara di luar esensi tugas penyelenggaraan," tegas Edo.
Baca juga : Hemat Anggaran Ditarget Tembus Rp 700 Triliun
Edo juga mengingatkan, pasca Pemilu 2024 sampai tahun 2029 sudah tidak ada kegiatan penyelenggaraan pemilu nasional.
Hanya ada Pilkada Ulang di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan kemungkinan PSU pasca PHPU MK di beberapa wilayah.
"Saya berharap KPU membayar berbagai tudingan miring sebagai lembaga yang suka bergaya hidup mewah, dengan turut mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo yang mengedepankan kepentingan mensejahterakan rakyat," pungkas Edo.
Baca juga : Bos BTN Yakin Aset Tembus Rp 500 Triliun Di 2025
Sebelumnya, DPR RI telah menyelesaikan pembahasan efisiensi anggaran dengan kementerian atau lembaga yang menjadi mitra kerjanya.
Komisi I-XIII DPR telah memberikan persetujuan besaran pemangkasan anggaran hasil rapat rekonstruksi efisiensi belanja yang digelar oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara dengan para pimpinan masing-masing K/L pada 11 Februari 2025.
Rapat antara Komisi-Komisi DPR dan mitra kerjanya itu didasari terbitnya surat pimpinan DPR Nomor B/2157/PW.11.01/2/2025 tanggal 11 Februari 2025 yang ditandatangani Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Dalam surat itu para pimpinan komisi I-XIII DPR RI wajib menggelar rapat kerja untuk pengesahan anggaran hasil rekonstruksi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya