Dark/Light Mode

DPR Beri Dukungan

Program B-40 Bisa Hemat Devisa Negara Rp 147,5 T

Selasa, 25 Februari 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui. (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memberlakukan mandatori kebijakan pencampuran biodiesel sebesar 40 persen (B-40) sejak awal tahun 2025. DPR mendukung kebijakan ini, karena dipercaya akan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 147,1 triliun.

Anggota Komisi XII DPR Alfons Manibui mengatakan, penerapan B-40 akan berkon­tribusi pada efisiensi anggaran, pengurangan impor, dan ramah lingkungan.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, Pemerintah telah menetapkan target alokasi B-40 sebesar 15,6 juta kiloliter (kl) pada 2025. Besaran tersebut ter­diri dari 7,55 juta kl untuk sektor Public Service Obligation (PSO) dan 8,07 juta kl untuk sektor non-PSO. Devisa negara yang bisa dihemat sekitar Rp 147,5 triliun.

Baca juga : Semoga Program 3 Juta Rumah Tidak Terkendala

"Sejak program biodiesel dijalankan pada 2020, kita telah mencatat penghematan sebesar Rp 38 triliun. Nilai ini terus me­ningkat setiap tahunnya. Dengan penerapan B-40 pada 2025, penghematan devisa diproyek­sikan jauh lebih besar," ungkap Alfons, dalam keterangan tertu­lisnya, Senin (24/2/2025).

Alfons bilang, program bio­diesel akan berkontribusi besar terhadap pengeluaran negara yang ditimbulkan dari impor solar. Pada tahun 2014, kita masih mengimpor 11,475 juta kl untuk memenuhi kebutuhan bakar masyarakat. Jumlah ini makin berkurang setelah negara mulai menerapkan kebijakan biodisel. Hal ini bisa dilihat dari jumlah importase bahan bakar pada 2023 yang turun signifikan menjadi 5,145 juta kl.

Baginya, ini menunjukkan bahwa langkah Pemerintah yang sudah mulai menjalankan program biodisel sejak tahun 2022 menuai hasil signifikan. “Dengan implementasi B-40, saya optimistis impor solar akan semakin berkurang jauh," jelas politisi dari daerah pemilihan Papua Barat Daya ini.

Baca juga : Pedagang Diingatkan Tak Jual Barang Di Atas HET

Dia mengatakan, program biodiesel juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Pemanfaatan B-40 dapat mem­bantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.

"Biodiesel adalah energi yang lebih bersih dibandingkan solar konvensional. Dengan kandungan nabati yang lebih tinggi, emisi karbon yang di­hasilkan juga lebih rendah. Ini menjadi langkah konkret men­dukung transisi energi ramah lingkungan,"tegasnya.

Ia menambahkan, swasemba­da energi menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto. Pelaksanaannya di­jalankan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.