Dark/Light Mode

Raih Gelar WTA 1000 Dubai, Andreeva Makin Ditakuti

Selasa, 25 Februari 2025 06:30 WIB
Mirra Andreeva. (Foto: AP/Altaf Qadri)
Mirra Andreeva. (Foto: AP/Altaf Qadri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mirra Andreeva menciptakan rekor sebagai petenis putri termuda yang menjuarai ajang Asosiasi Tenis Putri atau Women Tennis Association (WTA) 1000 Dubai Tennis Championship, akhir pekan lalu. Andreeva pun semakin ditakuti petenis elite dunia di ajang major sekelas Grand Slam.

Usia Andreeva baru 17 tahun 299 hari saat juara di Dubai. Di final yang digelar Minggu (23/2/2025) dinihari Waktu Indonesia Barat (WIB), petenis asal Rusia itu mengalahkan petenis lebih pengaman Clara Tauson dua set dengan skor 7-6 (1), 6-1.

Dalam perjalanan Andreeva menuju tangga juara, lawan yang dihadapi pun tidak main-main. Dia mengalahkan para pemain elite dunia yang lebih diunggulkan. Mulai dari Marketa Vondrouaova, Elena Rybakina, hingga petenis nomor dua dunia Iga Swiatek.

Baca juga : Siap Ceraikan Young Lex

“Saya selalu bermimpi duduk di konferensi pers dengan trofi WTA 1000 di sisi saya, dan akhirnya itu terjadi,” kata Andreeva, seperti dikutip situs resmi 𝘞𝘛𝘈, Senin (24/2/2025).

Gelar tersebut membuat Andreeva jadi petenis putri termuda yang jadi juara level WTA 1000. Dia mengalahkan nama besar seperti Jennifer Capriati, hingga petenis yang kini masih aktif Coco Gauff.

Keberhasilan Andreeva tak lepas dari bimbingan Conchita Martinez. Eks petenis Spanyol yang mulai melatihnya sejak April 2024. Martinez, yang pernah menangani Garbine Muguruza dan Karolina Pliskova, menjadi sosok penting dalam pengembangan mental dan teknis permainan Andreeva.

Baca juga : Alhamdulillah, Kita Surplus Beras 5 Juta Ton

Gelar tersebut membuat peringkat Andreeva naik ke posisi sembilan dunia. Jika mampu mempertahankan performa, Andreeva dipastikan akan jadi salah satu unggulan teratas di ajang Grand Slam terdekat, 𝘍𝘳𝘦𝘯𝘤𝘩 𝘖𝘱𝘦𝘯, yang digelar Mei nanti.

Sebelumnya, di ajang yang digelar di Roland Garros, Paris itu, pada 2024 Andreeva berhasil mencapai babak semi­final. Dalam perjalanannya menuju empat besar, dia mengalahkan para pemain ung­gulan seperti Victoria Azarenka hingga petenis yang kini menempati 𝘳𝘢𝘯𝘬𝘪𝘯𝘨 satu dunia Aryna Sabalenka. Sebelum kalah dari Jasmine Paolini.

Di French Open, dia memiliki rekor tujuh kemenangan dan dua kekalahan. Dari dua kali tampil di ajang itu, dia memiliki persentase kemenangan 78 persen. Di mana itu merupakan yang tertinggi di empat ajang Grand Slam yang digelar selama satu musim. Permainan dan gerakan juga dianggap sangat cocok dengan permukaan lapan­gan yang lebih lambat.

Baca juga : Soal Heboh Lagu "Bayar" Band Sukatani, Kapolri: Kami Tidak Anti-Kritik

Petenis yang mengidolakan Roger Federer dan Ons Jabeur itu menargetkan bisa masuk peringkat lima besar dunia ta­hun ini. Tapi, dia sadar, mempertahankan performa di level tertinggi bukanlah hal mudah. Seperti yang dialami banyak petenis muda sebelumnya.

“Setelah masuk ranking 10 besar, perjalanannya akan semakin sulit. Tapi saya siap untuk tantangan berikutnya,” kata Andreeva.

Gelar WTA 1000 Dubai ini bukan hanya menjadi pencapaian luar biasa bagi Andreeva. Tapi juga menandai kelahiran generasi baru dalam tenis putri. Dengan usianya yang masih belia, dunia tenis kini menunggu apakah dia bisa mempertah­ankan dominasinya dan menjadi bintang besar di masa depan. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.