Dark/Light Mode

Perbanyak Transportasi Publik Berbasis Listrik, Ini Solusi Eddy Soeparno Percepat Transisi Energi

Rabu, 26 Februari 2025 21:25 WIB
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (tengah) seusai jadi narasumber Talk Show yang digelar ILUNI FHUI, Rabu (26/2/2025). (Foto: Dok. MPR RI)
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (tengah) seusai jadi narasumber Talk Show yang digelar ILUNI FHUI, Rabu (26/2/2025). (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengungkapkan, bahwa pemerintahan Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen, yang diharapkan akan tercapai di tahun 2028 atau lebih cepat. 

Dijelaskan Eddy, dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang begitu tinggi, dibutuhkan juga asupan pasokan energi yang besar. 

"Harus diingat, pertumbuhan ekonomi dengan tambahan pasokan energi yang akan diproyeksikan meningkat, harus sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengupayakan dan mewujudkan Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 atau lebih awal," ujar Eddy.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan MPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, saat menjadi narasumber Talk Show bertajuk 'Energy Talks' yang digelar ILUNI FHUI, Rabu (26/2/2025).

Menurut Eddy Soeparno pengembangan sektor kelistrikan yang berbasis energi bersih merupakan langkah krusial bagi Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. 

Baca juga : Pimpinan MPR Eddy Soeparno Terima Dubes China, Sepakat Perkuat Transisi Energi

Menurut Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, kapasitas pembangkitan listrik di Indonesia secara bertahap akan beralih dari sumber energi fosil menjadi energi terbarukan. 

Bahkan, menurutnya di tahun 2035 akan tercapai keseimbangan antara pasokan energi fosil dengan energi terbarukan dan bahkan di tahun 2040 bauran energi terbarukan sudah mencapai hampir 60 persen dari bauran energi nasional. 

"Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi guna mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan. 

Percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga air dan geothermal, serta pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, laut, dan angin, akan memainkan peran vital dalam memenuhi kebutuhan energi nasional," ujar Eddy.

Dalam jangka menengah, Eddy menyoroti bahwa pengembangan teknologi di bidang penangkapan karbon atau carbon capture storage serta energi baru seperti hidrogen, amonia perlu mendapatkan perhatian khusus karena Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan low carbon economy dan sumber energi baru yang bersih dan ramah lingkungan.

Baca juga : PT RBM Logistik Teken MoU dengan PT Krakatau Jasa Logistik

"Selain itu, pemanfaatan teknologi CCS serta energi baru seperti hidrogen dan amonia diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon industri kelistrikan," ujar Eddy.

Untuk memastikan transisi energi yang berjalan optimal, elektrifikasi massal di berbagai sektor menjadi faktor kunci, Eddy menekankan bahwa percepatan penggunaan kendaraan listrik dan pengurangan ketergantungan pada LPG harus segera direalisasikan. 

"Transformasi menuju kendaraan listrik khususnya transportasi publik dan kendaraan pribadi, penggantian LPG dengan kompor induksi, serta pengembangan infrastruktur gas domestik yang lebih luas, juga untuk mengganti gas LPG 3kg, akan turut mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dalam waktu tiga sampai lima tahun mendatang,” ucapnya. 

Selain itu, peningkatan kualitas bahan bakar juga menjadi perhatian utama. Wakil Ketua Umum DPP PAN ini mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti biodiesel B40, biofuel untuk BBM mobil dan sepeda motor serta produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) untuk sektor penerbangan. 

Lebih lanjut Anggota DPR RI Komisi XII ini menekankan, bahwa transisi energi tidak dapat dilakukan secara terisolasi.

Baca juga : Merawat Toleransi Beragama

Kolaborasi dengan lembaga perbankan dan keuangan untuk membiayai berbagai proyek pengembangan EBT sangat penting. 

"Dengan strategi yang lebih terarah dan dukungan kebijakan yang kuat, Indonesia kini berada di jalur yang lebih jelas dalam membangun sistem energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan," pungkas Anggota DPR RI Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.