Dark/Light Mode

Menyaksikan Transformasi Stasiun Pasar Senen: ”Kelasnya Ekonomi, Pelayanannya Eksekutif”

Senin, 14 Oktober 2024 08:46 WIB
Dirut PT KAI Didiek Hartantyo (keempat kanan), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal (kedua kiri) dan Dirut Rakyat Merdeka Kiki Iswara (ketiga kiri) saat meninjau transformasi Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (13/10/24). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Dirut PT KAI Didiek Hartantyo (keempat kanan), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal (kedua kiri) dan Dirut Rakyat Merdeka Kiki Iswara (ketiga kiri) saat meninjau transformasi Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (13/10/24). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi telah mengubah wajah Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Stasiun yang sebagian besar melayani penumpang kelas ekonomi tersebut, kini dilengkapi berbagai fasilitas kelas eksekutif. Mulai dari ruang tunggu ber-AC, ruang VVIP yang nyaman, eskalator antar peron, hingga sistem tiket cetak mandiri dan teknologi pengenalan wajah. Semua fasilitas itu, dihadirkan untuk memberikan kenyamanan para penumpang.

Minggu (13/10/2024) sore, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengajak Rakyat Merdeka dan sejumlah media lain, menyaksikan langsung perubahan besar di Stasiun Pasar Senen. Dalam acara itu, Didiek didampingi sejumlah pejabat KAI, antara lain, Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan Rudi As Aturridha, Vice President (VP) Public Relations Anne Purba, dan Kepala Daerah Operasional (Kadaop) I Jakarta Yuskal. Hadir juga Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal.

Dari Rakyat Merdeka, hadir CEO Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara, Wapemred Kartika Sari, dan Pemred RM Digital Firsty Hestyarini.

Sebelum berkeliling, Didiek memberikan pemaparan singkat mengenai profil Stasiun Pasar Senen. Mantan Senior Vice President Bank Mandiri ini menerangkan, Stasiun Pasar Senen adalah stasiun yang sebagian besar melayani perjalanan kereta kelas ekonomi. Meski begitu, stasiun yang dibangun pada 1887 itu, menjadi barometer layanan perkeretaapian di Tanah Air. Stasiun Pasar Senen sering menjadi lokasi inspeksi yang dilakukan Presiden, Wapres, maupun Menteri.

Saat ini, Stasiun Pasar Senen melayani 32 perjalanan KA Jarak Jauh dengan jumlah penumpang hampir 15 ribu per hari. Selain itu, stasiun ini juga melayani 52 perjalanan KRL dengan volume penumpang yang terus meningkat setiap tahunnya. Saat musim mudik Lebaran atau Natal dan Tahun Baru, jumlah penumpang meningkat signifikan. Karena alasan itu, Didiek melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas.

"Jadi, Stasiun Pasar Senen ini stasiun untuk kelas ekonomi, tapi pelayanan eksekutif," kata Didiek.

Setelah itu, Didiek mengajak rombongan untuk melihat langsung perubahan di stasiun tersebut. Tempat pertama yang dikunjungi adalah ruang tunggu keberangkatan. Ruangan itu luas, bersih, rapi, dan tak tampak antrean panjang. Suasana terasa sejuk berkat deretan AC yang terpasang di salah satu sudut.

Baca juga : Transformasi Stasiun Senen: Layani Kelas Ekonomi, Tapi Pelayanan Eksekutif

Beberapa calon penumpang tampak menggunakan layanan cetak mandiri tiket. Sementara, yang lain duduk menunggu dengan nyaman di bangku yang disediakan. Di sudut lain, terdapat area bermain anak-anak. Tak jauh dari sana, tersedia tenant makanan dan minuman.

Didiek menjelaskan, salah satu perbaikan di Stasiun Pasar Senen adalah melengkapi ruang tunggu dengan sistem pendingin ruangan. Kini, ruang tunggu sudah seperti di Stasiun Gambir, stasiun yang umumnya melayani perjalanan kereta kelas eksekutif.

"Dulu, ruang tunggu sangat panas, kini kami sudah memasang AC. Sudah dingin," kata Didiek.

Dari sana, rombongan lanjut masuk ke peron lewat terowongan. Kini, tangga manual yang menghubungkan antar peron sudah diganti eskalator. Fasilitas ini sangat membantu calon penumpang. Calon penumpang tak perlu lagi menggeret-geret koper naik turun tangga.

Didiek menceritakan, penumpang di Stasiun Pasar Senen punya karakteristik berbeda dari penumpang kelas eksekutif. Mereka umumnya melakukan perjalanan jarak jauh dan membawa banyak barang, termasuk koper besar. Bahkan, suatu ketika, ada penumpang yang membawa barang bawaan tak biasa seperti tangga, pipa, dan tanaman.

Melihat karakteristik itu, kata Didiek, KAI menambah fasilitas eskalator antar peron untuk memudahkan penumpang. Tangga manual sebelumnya terlalu curam dan menyulitkan penumpang yang membawa banyak barang berat.

Benar saja, saat kami berkeliling, terlihat seorang calon penumpang yang membawa banyak barang bawaan. Ia menggendong tas berukuran besar di punggung. Tangan kanannya menenteng kantong kresek besar berisi dua pot tanaman sri rejeki (aglaonema). Sementara tangan kirinya memegang meja setrika lipat. Berkat adanya eskalator, penumpang tersebut dapat menuju peron dengan mudah.

Baca juga : Transformasi, Sanga Sanga Rambah Pasar Perawatan Kulit

KAI pun sedang menambah jumlah eskalator di Stasiun Pasar Senen. Didiek menerangkan, eskalator di peron 5 dan 6 sedang dalam tahap pengerjaan. "Saat Natal dan Tahun Baru mudah-mudahan sudah bisa digunakan," ujarnya.

Dari sana, rombongan kemudian diajak melihat fasilitas sistem tiket face recognition atau pengenalan wajah. Dengan sistem ini, calon penumpang tidak perlu mencetak tiket fisik. Mereka cukup memanfaatkan teknologi pengenalan wajah saat check-in, sehingga proses menjadi lebih mudah dan praktis. Fasilitas ini mirip seperti yang sudah diterapkan di Stasiun Gambir.

"Hanya saja, belum banyak penumpang yang memanfaatkan fasilitas ini. Perlu edukasi dan sosialisasi lagi," kata Didiek.

Didiek kemudian naik ke KA Menoreh tujuan Stasiun Tawang, Semarang. Di dalam kereta, ia berbincang dengan seorang penumpang bernama Wiwi. Wiwi, yang akan turun di Kendal, mengaku sudah lama tidak naik kereta dan terkejut dengan perubahan di Stasiun Pasar Senen. Sekarang, ia tidak perlu lagi antre panjang saat masuk stasiun. Selain itu, antar peron sudah ada eskalator. "Kursinya juga empuk dan bisa dimiringkan," kata Wiwi, tampak Puas dengan layanan kereta.

Didiek menjelaskan, KAI terus berinovasi, terutama pada kereta kelas ekonomi. Salah satu inovasi terbarunya adalah meluncurkan kereta ekonomi generasi terbaru, atau "New Generation," pada 2023.

Perbedaan paling mencolok antara kereta ekonomi versi lama dan New Generation terletak pada jumlah dan model kursi. Kereta ekonomi versi lama memiliki kapasitas 106 tempat duduk per gerbong dengan formasi 3-2. Kursinya tegak dan saling berhadapan. Sementara itu, kereta ekonomi New Generation memiliki kapasitas 72 kursi per gerbong. Kursinya empuk, dan bisa dimiringkan.

Tempat terakhir kunjungan adalah ruang restorasi. Didiek menyampaikan, Ruang restorasi di kelas ekonomi akan sekelas dengan eksekutif. Termasuk juga menu makanannya. "Ada nasi goreng dan bakso juga," ucapnya.

Baca juga : Terapkan Transformasi Digital, Jasa Raharja Jamin Pembayaran Klaim Lebih Cepat

Sebelum menutup acara, Didiek menambahkan, pihaknya juga serius dalam mengurangi sampah plastik dari botol plastik. Karena itu, dalam stasiun tersedia water station. Dengan begitu, penumpang bisa mengisi air dengan botol minum sendiri.

Dalam kesempatan itu, Didiek juga menceritakan tingkat ketepatan waktu mencapai 99 persen. Ia mengatakan, KAI terus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk memastikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi seluruh penumpang, baik kelas ekonomi maupun eksekutif.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal memberikan acungan jempol kepada KAI atas transformasi ini. Ia menilai, kereta kelas Ekonomi Menoreh New Generation di Stasiun Pasar Senen sudah menawarkan pengalaman yang setara dengan kereta eksekutif.

"Ini luar biasa. Kereta ekonomi, harga kaki lima rasa bintang lima," kata Risal.

Ia juga mengapresiasi Didiek dan jajaran karena telah menambahkan fasilitas di Stasiun Pasar Senen. Termasuk menambahkan fasilitas AC dan eskalator. Ia terus mendorong KAI meningkatkan pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Terus berjuang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami dukung perubahan-perubahan kebaikan untuk pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.