Dark/Light Mode

Waka Komisi V DPR Beri Tujuh Catatan Untuk Mudik Lebaran

Jumat, 7 Maret 2025 15:54 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful HudaMu
Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful HudaMu

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda memberikan perhatian serius terhadap persiapan menyambut mudik Lebaran 2025.

Dia menyampaikan tujuh catatan agar mudik Idul Fitri tahun ini bisa berjalan aman dan nyaman, serta zero accident, bebas dari kecelakaan kendaraan.

"Sebagai anggota DPR, kami berada di posisi pengawasan. Kami akan mengawasi pelaksanaan mudik lebaran tahun ini," terang Huda dalam diskusi dengan judul Mudik Nyaman di Tengah Efisiensi Anggaran, pada Kamis ( 6/3).

Huda pun menyampaikan tujuh catatan terhadap persiapan dan pelaksanaan mudik lebaran tahun ini. Pertama, diprediksi sebanyak 146,48 juta orang akan melaksanakan prosesi mudik lebaran. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28-30 Maret 2025.

"Itu nyawa semua. Dan menjadi tanggung jawab Pak Kakorlantas Mabes Polri, supaya zero accident," terang Huda.

Baca juga : Pelita Air Tambah 5.040 Kursi Untuk Mudik Lebaran 2025

Kemudian, catatan kedua, baru pertamakali mudik lebaran dilakukan di tengah pelaksanaan efisiensi anggaran. Pemerintah dan semua stakeholder yang terkait dengan pelaksanaan arus mudik tidak boleh lupa bahwa prioritas utama negara adalah keselamatan dan jaminan hidup aman bagi warga negara.

"Sehingga penekanan pada keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas dan doktrin utama dalam penyelenggaraan arus mudik 2025," bebernya.

Ketiga, pemerintah harus berpegang pada doktrin, yaitu kesalamatan, keamanan, dan kenyamanan. Dengan tiga doktrin itu, potensi akan terjadi persoalan bisa diminimalisir. Karena mudik hanya setahun sekali, maka harus betul-betul terlaksana dengan nyaman. Tidak cukup hanya aman, dan selamat, tapi juga harus nyaman.

Keempat, Huda menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah sejak jauh hari melakukan persiapan. Misalnya, soal penurunan harga tiket penerbangan. Pemerintah juga memberikan intensif 6 persen PPN dari harga tiket.

Kelima, kata Huda, terkait kesiapan infrastruktur. Menurut dia, infrastruktur relatif bisa ditangani dengan baik. Walaupun sekarang masih dalam perbaikan jalan, tapi dia memastikan semuanya akan berjalan lancar.

Baca juga : Perbaikan Dikebut, Menteri PU Pastikan Jalur Jambi-Sumbar Aman Untuk Lebaran

"Kami bisa pastikan secara umum dalam situasi ini, perbaikan sedang terus berjalan dan bisa segera dituntaskan," terangnya

Catatan keenam, Huda menyoroti manajemen transprotasi. Misalnya, tiket pesawat terjadi penurunan, tapi masih ada problem delay pesawat, dan penumpukan pesawat. Jadi, manajemen trasnportasi harus betul-betul prima dalam menyambut mudik lebaran.

"Catatan ketujuh adalah kemudahan akses informasi. Termasuk akses informasi ketika ada kecelakaan. Supaya mudik lebaran ini menjadi mudik bersama, dan tanggung jawab bersama. Ketika ada masalah bisa mudah diselesaikan," tandas Huda.

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) juga memberikan catatan terhadap persiapan mudik lebaran. Ketua MTI, Tory Damantoro menyampaikan, tiga masukan. Pertama, soal manajemen transportasi. Yaitu, manajemen pola pergerakan, pola transportasi, dan manajemen pola lalu lintas.

Tory juga menyarankan agar tidak ada kader atau konstituen PKB yang melakukan mudik menggunakan motor. Khususnya, mudik yang jarak tempuhnya lebih dari satu jam. Selama ini, banyak pengendara sepeda motor yang menjadi korban kecelakaan.

Baca juga : Jasindo Hadirkan Asuransi Perjalanan Untuk Lindungi Pemudik Lebaran

MTI juga menyinggung terkait efisiensi anggaran negara. Jika dilakukan efisiensi, maka akan ada anggaran yang berkurang. Tentu itu akan menjadi ujian bagi pemerintah. Khususnya, ujian pada kemampuan sistem dalam memberikan pelayanan.

"Ini ujian kemampuan sistem dalam memberikan pelayanan. Ketika demand tinggi, akan kelihatan boroknya. Biasanya ada penambahan anggaran," tandas Tory.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.