Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kilas Balik, Peran DPR di Balik Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
Selasa, 8 April 2025 13:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengaktifan kembali pengecer gas LPG 3 kilogram (kg) pada awal Februari lalu tidak lepas dari peran DPR. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 3 Februari 2025, menyampaikan persoalan publik terhadap perubahan pola distribusi gas bersubsidi 3 kg saat itu.
Komunikasi yang berlangsung baik dari legislatif melalui Dasco pun berbuah manis. Presiden Prabowo langsung menginstruksikan agar pengecer diizinkan kembali menjual gas melon itu.
"Setelah komunikasi dengan Presiden, Presiden kemudian menginstruksikan kepada ESDM untuk mengaktifkan kembali pengecer-pengecer yang ada untuk berjualan seperti biasa," kata Dasco, Ketika itu.
Baca juga : 55 Persen Pemudik Telah Kembali Ke Jabodetabek
Ketua Harian Partai Gerindra tersebut menyampaikan, hasil komunikasinya dengan Presiden, Kementerian ESDM diminta memproses administrasi agar pengecer dijadikan sebagai sub-pangkalan. Kebijakan itu diputuskan dengan tujuan agar harga LPG yang dijual ke masyarakat tidak terlalu mahal. Sambil melengkapi administrasinya, Dasco menyatakan bila para pengecer dipersilakan menjual gas sembari menunggu aturan dari Kementerian ESDM.
Untuk memastikan keberadaan pengecer dapat kembali berjualan, Dasco menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan dan sub-pangkalan LPG 3 kg, di Palmerah, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2025. Dasco, bersama beberapa anggota DPR lain, datang untuk memastikan harga yang dijual pengecer ke masyarakat tidak mahal. Legislatif ingin memastikan setiap kebijakan yang ditentukan pemerintah tidak menyusahkan rakyat.
Dari hasil sidak itu, tak ditemukan pengecer-pengecer yang culas dalam menjual harga gas ke masyarakat. Setiap harga yang dijual ke pembeli sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Baca juga : Puncak Arus Balik, Pelni Ajak Penumpang Gunakan Aplikasi Untuk Check-In
"Pangkalan menjual ke sub-pangkalan Rp 16.000, kemudian sub-pangkalan menjual ke masyarakat Rp 19.000. Mudah-mudahan bisa begini terus," kata Dasco.
Di sisi lain, Dasco menanggapi harga jual LPG 3 kg yang berbeda di daerah lain. Dia menjelaskan, perbedaan harga memang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. "Kita akan minta supaya juga per daerah itu ada satu standar," kata dia.
Dasco menambahkan, akan ada tim yang diturunkan untuk mengurusi sosialisasi mengenai kebijakan baru terkait sub-pangkalan. "Tadi saya juga tanya caranya juga nggak sulit, tinggal didata bahwa selama ini berjualan, kemudian mengisi satu form, kalau saya nggak salah, termasuk perjanjian untuk menjual tidak boleh mahal," kata Dasco.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya