Dark/Light Mode

Halal Bihalal IKAL Lemhannas

Bamsoet Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Tengah Tantangan Global

Jumat, 11 April 2025 20:16 WIB
Anggota DPR Bambang Soesatyo (berkemeja putih) dalam Halal Bihalal Alumni Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Lemhannas Angkatan XIII, di Parle Senayan, Jakarta, Jumat (11/4/2024). (Foto: Dok. Bamsoet)
Anggota DPR Bambang Soesatyo (berkemeja putih) dalam Halal Bihalal Alumni Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Lemhannas Angkatan XIII, di Parle Senayan, Jakarta, Jumat (11/4/2024). (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Alumni Lemhannas Angkatan XIII 2005 Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi global, rencana kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS), gejolak politik dalam negeri, serta meningkatnya polarisasi masyarakat. Karenanya, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi faktor kunci dalam menciptakan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut Bamsoet, persatuan nasional bukan sekadar retorika, melainkan kebutuhan strategis untuk memastikan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat berjalan efektif. Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan aset strategis bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan politik domestik dan ketidakpastian perekonomian global.

“Dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat terhadap kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo, mulai dari negosiasi diplomatik, intervensi moneter, hingga efisiensi anggaran, adalah kunci untuk menciptakan stabilitas politik dan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Bamsoet, dalam sambutannya di acara Halal Bihalal Alumni Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Lemhannas Angkatan XIII, di Parle Senayan, Jakarta, Jumat (11/4/2024).

Baca juga : Bamsoet Dorong Direct Selling Jadi Alternatif Usaha di Tengah Ketidakpastian Global

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, persatuan antarelemen masyarakat memberikan landasan bagi stabilitas politik. Kondisi politik yang stabil memungkinkan pemerintah untuk melaksanakan reformasi dan kebijakan strategis dengan lebih konsisten. Sikap gotong royong dan kesatuan bangsa membantu mengurangi polarisasi, sehingga perbedaan pendapat dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan kekerasan.

Di tengah dinamika aksi demonstrasi dan perbedaan pandangan, kata Bamsoet, persatuan mampu meredam konflik yang berpotensi memecah belah bangsa. “Dengan mengedepankan musyawarah dan komunikasi konstruktif, masyarakat dapat bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang ada tanpa menimbulkan instabilitas yang mengganggu stabilitas ekonomi dan politik nasional," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, pemerintah membutuhkan dukungan luas untuk menerapkan kebijakan strategis, seperti reformasi subsidi, pembangunan infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja. Ketika semua elemen bangsa menunjukkan dukungan yang solid terhadap kebijakan pemerintah, kepercayaan investor akan lebih mudah tumbuh. Kepercayaan ini sangat penting untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil

Baca juga : Open House Rumah Pergerakan Patiunus, Bamsoet Ajak Jaga Persatuan & Harmoni Sosial

"Melalui semangat gotong royong, penguatan nilai-nilai Pancasila, dan upaya bersama untuk mewujudkan visi ekonomi yang mandiri, Indonesia dapat mengatasi guncangan eksternal dan menyalurkan potensi pertumbuhan nasional. Karena itu, menjaga persatuan adalah prasyarat untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah di tengah gejolak global," ujar Bamsoet. 

Halal Bihalal sekaligus reuni Alumni KSA XIII Lemhannas tahun 2005 ini merupakan upaya menjaga hubungan silahturahmi persahabatan 20 tahun. "Dulu kita pernah bertemu dan berkumpul dengan pakaian gagah dengan pangkat bintang berderet. Seiring berjalannya waktu kita melihat karier teman-teman melesat,” ujar Bamsoet.

Ada yang berhasil menjadi Panglima TNI, Kepala Staf TNI, Menko Polhukam, Kepala BIN, Menko Polkam, Anggota DPR, Anggota BPK, Wakapolri, Kabareskrim, Ketua Komisi di DPR, Ketua DPR, Ketua MPR, Duta Besar hingga Gubernur, Bupati dan Walikota. “Kini, setelah 20 tahun berpisah, kita berkumpul kembali dengan umur yang tidak lagi muda. Namun semangat persahabatan kita tetap menyala," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.