Dark/Light Mode

Komisi IV DPR: Bulog Dan Modernisasi Pertanian Topang Ketahanan Pangan

Kamis, 21 Agustus 2025 22:16 WIB
Diskusi Dialektika Demokrasi yang digagas Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI bertema Mengupas Salah Satu Point pada RAPBN 2026: Memperkuat Ketahanan Pangan Nasionaldi Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Istimewa
Diskusi Dialektika Demokrasi yang digagas Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI bertema Mengupas Salah Satu Point pada RAPBN 2026: Memperkuat Ketahanan Pangan Nasionaldi Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menekankan fokus utama komisinya ialah memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program strategis. Termasuk, subsidi pupuk, pembangunan lumbung pangan, serta pengelolaan stok beras oleh Bulog.

Demikian disampaikan Panggah dalam diskusi Dialektika Demokrasi yang digagas Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI bertema 'Mengupas Salah Satu Point pada RAPBN 2026: Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional'.

"Ujung tombak dari ketahanan pangan salah satunya adalah peran Bulog. Transformasi lembaga ini dari BUMN menjadi lembaga pemerintah sedang berlangsung, dan masih banyak hal yang harus diselesaikan agar target pemerintah, seperti stok beras minimal 3-3,7 juta ton dan harga gabah kering panen Rp 6.500 per kilogram, tercapai," kata Panggah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Baca juga : OJK Perkuat Sinergi Dan Tata Kelola Jasa Keuangan

Selain Bulog, kata dia, Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya distribusi pupuk yang tepat jenis, jumlah, waktu, dan harga untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

"Meskipun kontribusi pupuk terhadap biaya produksi sekitar 20–25 persen, pemupukan yang tepat sangat menentukan keberhasilan hasil panen," kata Panggah.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu juga mengungkapkan bila masalah bibit dan pemanfaatan lahan juga menjadi fokus pihaknya. Menurut Panggah, bibit unggul dan lahan subur strategis harus mendapat perhatian serius agar ketahanan pangan tetap terjaga.

Baca juga : Polri Tegaskan Komitmen Wujudkan Asta Cita Ketahanan Pangan Nasional

Dia menekankan perlunya perlindungan lahan-lahan subur di Jawa dan sentra produksi baru di luar Jawa, seperti Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara.

Selain itu, dia mengungkapkan modernisasi pertanian menjadi kunci menarik generasi muda untuk kembali beraktivitas di sektor pertanian. Faktor teknologi, efisiensi, pemasaran, dan imbal hasil yang memadai menjadi daya tarik agar pertanian menjadi pekerjaan yang menjanjikan bagi generasi baru.

"Ini adalah pokok-pokok yang menjadi fokus Komisi IV. Dengan dukungan anggaran dan kebijakan yang tepat, ketahanan pangan dapat terwujud secara optimal," tegas Panggah.

Baca juga : Ini Proyek Energi Kado Pertamina Untuk Indonesia Capai Ketahanan Energi

Dalam RAPBN 2026, anggaran ketahanan pangan mencapai Rp 164,414 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk beberapa program, antara lain pembangunan lumbung pangan dan cadangan pangan Rp 33 triliun.

Kemudian, subsidi pupuk Rp 46,9 triliun untuk pengadaan 9,62 juta ton pupuk, serta Rp 22,7 triliun untuk menjaga stok dan stabilisasi harga serta melindungi petani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.