Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Prihatin Insiden Ambruknya Ponpres Di Sidoarjo
Rabu, 1 Oktober 2025 21:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abidin Fikri menyampaikan duka cita mendalam atas insiden ambruknya bangunan bertingkat Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) saat pengecoran lantai empat.
Peristiwa ini menimpa ratusan santri dan pekerja. Diketahui dalam data terbaru, peristiwa tersebut menewaskan tiga santri dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka. Data Pemprov Jatim mencatat total 100 korban telah teridentifikasi: 3 orang meninggal, 26 dirawat inap, 70 sudah kembali ke rumah, dan masih dalam penanganan medis.
Proses evakuasi masih terus berlangsung karena diperkirakan masih ada korban di bawah reruntuhan.
Baca juga : Kapolri Dan Ketua Komisi IV DPR Hadiri Panen Jagung, Dukung Ketahanan Pangan
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tiga santri dalam musibah ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny.
"Peristiwa ini menjadi alarm penting untuk memperketat standar keselamatan bangunan pendidikan, memastikan pengawasan ketat termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang harus memenuhi standar konstruksi pada proses renovasi atau pembangunan, serta memperbaiki mitigasi bencana di lingkungan pesantren," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (1/10/2025).
Sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan dan pendidikan, mengaku sangat prihatin dengan kejadian yang menewaskan santri muda dan melukai banyak generasi penerus umat tersebut.
Baca juga : Komisi XII DPR Yakin Target Produksi 1 Juta Barel Per hari Terwujud
"Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk memprioritaskan keselamatan dalam pembangunan fasilitas pesantren. Pemerintah daerah dan Kementerian Agama harus segera melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab runtuhnya bangunan, termasuk soal perizinan dan standar konstruksi, agar tragedi serupa tidak terulang," harapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya bantuan pemerintah pusat dan daerah untuk korban, termasuk biaya pengobatan yang ditanggung penuh serta dukungan rehabilitasi bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Komisi VIII siap mendampingi upaya pemulihan dan mendorong regulasi yang lebih ketat untuk pembangunan pesantren di seluruh Indonesia. Mari kita bersama-sama berdoa agar korban yang luka-luka segera sembuh dan arwah santri yang meninggal diterima di sisi-Nya," tuntasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya