Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dialog MPR Dengan Liga Muslim Dunia
Pancasila Jadi Kekuatan Menuju Stabilitas Global
Jumat, 5 Desember 2025 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani menegaskan, kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam, terletak pada keteguhan spiritual dan nilai kebersamaan yang diajarkan para ulama dan tokoh masyarakat.
Hal itu disampaikan Muzani dalam Dialog Kekuatan Ideologi Pancasila untuk Perdamaian Dunia bersama Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), Muhammad bin Abdulkarim Al-Issa, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Dalam forum tersebut, Muhammad bin Abdulkarim Al-Issa hadir bersama jajaran, di antaranya Asisten Sekretaris Jenderal bidang Hubungan Internasional, Mohammed Al-Majdouei; Asisten Sekretaris Jenderal bidang Komunikasi Korporat, Abdulwahab Al-Shehri; Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H Amodi; serta Direktur Kantor MWL di Indonesia, Abdulrahman Khayyat.
Baca juga : OSO Ajak Masyarakat Bantu Pemerintah Atasi Bencana
Sementara itu, Muzani didampingi Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid; Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis; serta Mantan Ketua Umum Muhammadiyah yang juga Mantan Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog Antaragama dan Antarperadaban, Prof. Din Syamsuddin.
Muzani membuka dialog dengan seruan syukur dan doa bagi korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta sejumlah provinsi lainnya. “Data terakhir menunjukkan, ratusan korban terdampak, dengan banyak infrastruktur seperti jalan, jembatan, tempat ibadah, hingga rumah warga mengalami kerusakan berat. Kita mendoakan mereka yang meninggal diterima amalnya oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu menekankan, Indonesia merupakan negeri subur, sekaligus berada di kawasan rawan bencana. Menurutnya, kekuatan masyarakat Indonesia dalam menerima musibah sebagai ujian tidak lepas dari peran para ulama dan kiai yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta keyakinan bahwa setiap ujian meningkatkan derajat seseorang.
Baca juga : Revisi UU Pemilu Harus Inklusif Dan Setara Gender
“Melalui pengajian dan majelis ilmu, para kiai membentuk ketangguhan masyarakat kita,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Muzani menyoroti kekayaan keragaman bangsa yang terdiri lebih dari 17 ribu pulau, 713 bahasa daerah, ratusan suku, serta enam agama. Ia menegaskan, sejak kemerdekaan, para pendiri bangsa bersepakat untuk berdiri dalam satu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan kesepakatan itu harus terus dijaga.
“Negara ini memang tidak didirikan sebagai negara agama, tapi agama tumbuh subur dan saling memperkuat. Dalam negara Pancasila, menjalankan ibadah sesuai keyakinan bukan hanya diperbolehkan, tapi memperkokoh persatuan,” tegasnya.
Baca juga : Kajian Merger BUMN Karya Dilanjutkan Tahun Depan
Muzani menambahkan, kehadiran Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Muhammad Abdul Karim Al-Issa, menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kerukunan, persaudaraan, gotong royong, dan penghormatan terhadap perbedaan dapat tumbuh kuat di Indonesia.
“Peran ulama, kiai, dan pemimpin pesantren sangat besar dalam menjaga harmoni tersebut. Mereka hadir untuk kepentingan bangsa, diminta atau tidak diminta. Kami para pejabat negara berutang budi atas apa yang mereka lakukan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Muzani juga menyampaikan apresiasi kepada Muhammad dan rombongan atas doa, dukungan, dan perhatian yang diberikan kepada MPR RI. “Kehadiran beliau memberi semangat, dan membawa pesan persahabatan Indonesia dengan dunia Islam tidak pernah terputus dan terus berkembang,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya