Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PHEV Dinilai Jadi Jembatan Transisi Menuju Kendaraan Listrik
Rabu, 22 April 2026 20:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dinilai dapat menjadi solusi transisi menuju adopsi kendaraan listrik penuh (electric vehicle/EV) di Indonesia, terutama di tengah keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Rabu (22/4/2026), pelaku industri menyebut PHEV memiliki keunggulan karena menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal, sehingga fleksibel digunakan baik untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh.
CEO Degree Synergy International Andrea Suhendra mengatakan PHEV dapat berfungsi seperti kendaraan listrik murni saat digunakan di dalam kota, sekaligus tetap dapat diandalkan untuk perjalanan jauh tanpa kekhawatiran kehabisan daya.
Baca juga : China Tebar Paket Insentif Ke Taiwan
“PHEV layak menjadi jembatan transisi bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni, baik karena keterbatasan infrastruktur pengisian maupun kebiasaan berkendara,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsumsi bahan bakar PHEV juga lebih efisien dibanding kendaraan konvensional, terutama jika digunakan dengan pola pengisian baterai secara rutin.
Saat ini, jumlah model PHEV di Indonesia terus bertambah, seiring meningkatnya minat pasar terhadap kendaraan ramah lingkungan. Penjualan segmen ini juga menunjukkan tren kenaikan signifikan dalam setahun terakhir.
Baca juga : PLN dan Kejari Jakarta Barat Perkuat Pengamanan Aset untuk Keandalan Listrik
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai, PHEV memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, terutama sebagai bagian dari strategi elektrifikasi kendaraan secara bertahap.
Menurut dia, pengembangan PHEV dapat menjadi solusi atas ketimpangan infrastruktur kendaraan listrik antara wilayah perkotaan dan daerah.
“PHEV bisa menjadi opsi realistis, terutama bagi konsumen yang membutuhkan fleksibilitas penggunaan kendaraan di berbagai kondisi,” katanya.
Baca juga : Prabowo Targetkan Indonesia Produksi Mobil Sedan Listrik pada 2028
Meski demikian, pelaku industri menilai dukungan kebijakan masih diperlukan untuk mendorong adopsi PHEV. Saat ini, kendaraan jenis tersebut baru mendapatkan insentif terbatas, seperti keringanan pajak penjualan barang mewah (PPnBM).
Sejumlah pihak mendorong pemerintah memberikan insentif tambahan secara selektif bagi PHEV, dengan mempertimbangkan kontribusi terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar, emisi karbon, serta kandungan lokal.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, PHEV diharapkan dapat mempercepat transisi menuju kendaraan listrik sekaligus menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya