Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital PAI untuk Siswa PAUD hingga Mahasiswa
- Investasi 6 Perusahaan TPT Berpotensi Ciptakan Hampir 10.000 Lapangan Kerja
- Bos Toyota: Solusi Atasi Krisis Iklim Bisa Dari Lingkungan Sekitar
- Transjakarta Gandeng APKI-PERDOKI, Perkuat Standar Kesehatan Pramudi
- Umuh Muchtar Optimistis Maung Bandung Makin Kuat
DPR, Pertamina, Dan Pemda Satukan Langkah Benahi Persoalan Energi Di Papua Barat
Kamis, 6 Agustus 2026 21:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - DPR RI, Pertamina Patra Niaga, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni memperkuat sinergi untuk membenahi persoalan distribusi energi di Papua Barat.
Kolaborasi lintas sektor ini difokuskan pada evaluasi kuota, optimalisasi distribusi, serta penguatan pengawasan agar pasokan BBM, minyak tanah, dan LPG dapat menjangkau masyarakat secara tepat sasaran di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi dan industri di Teluk Bintuni.
Komitmen tersebut mengemuka dalam forum koordinasi yang digelar Pertamina Patra Niaga bersama Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, pengelola SPBU, dan agen LPG di Teluk Bintuni, Rabu (5/8/2026).
Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, menegaskan koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan distribusi energi di wilayah yang terus berkembang tersebut.
Menurutnya, aktivitas ekonomi dan industri di Teluk Bintuni yang semakin meningkat harus diimbangi dengan layanan energi yang andal agar pertumbuhan daerah tidak terhambat.
Baca juga : Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Terpikat Produk UMKM Mitra Binaan
"Teluk Bintuni merupakan daerah yang terus berkembang dengan aktivitas ekonomi dan industri yang cukup tinggi. Sektor energi menjadi penunjang utama, sehingga penting bagi kita melihat kondisi nyata distribusi BBM, minyak tanah, maupun LPG non-subsidi di wilayah ini," ujar Alfons.
Ia mengapresiasi langkah Pertamina dalam menjaga ketersediaan stok BBM dan minyak tanah subsidi di Papua Barat. Namun, menurutnya, stok yang aman harus dibarengi distribusi yang efektif dan tepat sasaran.
Karena itu, DPR RI mendorong evaluasi bersama terhadap kuota subsidi maupun mekanisme penyaluran agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
DPR juga menyatakan siap mendukung Pertamina dan pemerintah daerah dalam mencari solusi atas berbagai kendala distribusi di lapangan.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyatakan pemerintah daerah siap mengevaluasi berbagai kebijakan untuk mempercepat dan meningkatkan efektivitas distribusi BBM, minyak tanah, maupun LPG di wilayahnya.
Baca juga : Komisaris Pertamina Patra Niaga Salurkan Alsintan Listrik untuk Petani Bali
Pemkab juga akan mengkaji berbagai masukan dari Pertamina, pengelola SPBU, dan agen LPG, termasuk kemungkinan mengusulkan penyesuaian kuota subsidi apabila memang dibutuhkan.
"Kami akan mengkaji berbagai usulan yang disampaikan untuk melihat langkah-langkah yang berpotensi mempercepat dan mengefektifkan distribusi energi. Jika diperlukan evaluasi kuota subsidi, pemerintah daerah juga siap mengusulkan penyesuaiannya," kata Yohanis.
Dari sisi Pertamina, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, memastikan kondisi pasokan energi di Papua Barat dalam keadaan aman.
Ia menjelaskan, Fuel Terminal Sorong dan Fuel Terminal Manokwari sebagai penyangga utama Teluk Bintuni saat ini memiliki rata-rata stok seluruh produk selama sembilan hingga sepuluh hari, dengan pasokan kapal yang datang setiap empat hingga lima hari.
Menurut Awan, tantangan utama saat ini bukan lagi ketersediaan stok, melainkan memastikan distribusi berjalan optimal hingga ke SPBU, agen minyak tanah, dan agen LPG agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Baca juga : Komisaris Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Energi di Bali
Pertamina juga menegaskan siap menjalankan penugasan pemerintah dalam menyalurkan BBM subsidi sesuai ketentuan. Namun, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan DPR RI, terutama dalam sosialisasi kepada masyarakat serta pengawasan agar subsidi benar-benar diterima pihak yang berhak.
Awan menilai forum koordinasi tersebut menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan layanan energi bagi masyarakat Papua Barat.
Di akhir kegiatan, Pertamina Patra Niaga kembali mengimbau masyarakat menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan serta memanfaatkan layanan Pertamina Customer Solution 135 apabila membutuhkan informasi mengenai produk maupun layanan Pertamina.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya