Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- Sunderland Vs Arsenal, The Gunners Siap Buru Kemenangan Keempat
- US Open 2026, Sabalenka Dihadang Rybakina
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Edhie Baskoro: Kreativitas Anak Muda Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Kamis, 10 September 2026 20:20 WIB
Sebelumnya
AI Bukan Musuh
Perkembangan kecerdasan artifisial atau AI menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang yang tidak dapat dihindari. Ibas menilai AI sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia dan akan terus memengaruhi cara belajar, bekerja, membuat konten, hingga menjalankan bisnis.
Karena itu, generasi muda tidak boleh menganggap AI dan digitalisasi sebagai musuh. “Kalau kita menganggap AI dan teknologi digitalisasi adalah musuh, tentunya kita tidak akan bisa bergerak lebih cepat dan lebih maju,” ujarnya.
Baca juga : Kamrussamad: Publik Harus Dapat Informasi Yang Utuh
Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan AI tetap disertai kemampuan berpikir kritis. Teknologi harus digunakan untuk memperkuat manusia, bukan membuat manusia berhenti belajar. Menurutnya, manusia harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.
“Manusia harus terus beradaptasi dan belajar menggunakan AI agar tidak digantikan fungsinya oleh teknologi,” ujarnya.
Politik Berpengaruh Langsung pada Anak Muda
Baca juga : Komisi IV Usul Bongkar Rantai Distribusi Beras
Di hadapan mahasiswa, Wakil Ketua MPR RI juga mengingatkan agar generasi muda tidak apatis terhadap politik. Ia mengatakan, berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan anak muda pada dasarnya berkaitan dengan kebijakan publik dan proses politik.
Mulai dari pendidikan, lapangan pekerjaan, ekonomi digital, hak cipta, kebijakan AI hingga arah anggaran negara, semuanya membutuhkan keputusan politik.
“Jangan sampai kalian merasa politik ini bukan urusan kalian. Karena politik juga ada dalam kehidupan kalian sehari-hari,” ingatnya.
Baca juga : Perekonomian Syariah RI Masuk Empat Besar Dunia
Menurutnya, partisipasi generasi muda dalam demokrasi diperlukan agar kebijakan publik dapat semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia sekaligus menekankan bahwa demokrasi tidak mengharuskan setiap orang memiliki pemikiran yang sama.
Perbedaan pilihan, gagasan, dan pandangan merupakan bagian dari demokrasi yang sehat selama tetap dibangun dengan etika dan penghormatan terhadap sesama.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya