Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Inggris Vs Spanyol, Kenangan Final Euro 2024
- Jelang GP Azerbaijan, McLaren Rombak MCL40
- Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman, Kemenimipas Investigasi Lapas Cibinong
- ASDP Hadir Dalam Duka Sampaikan Tali Kasih Bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu I
- Safrizal Dorong Penguatan NTPD 112: Bukan Sekadar Nomor, Tapi Kecepatan Respons
Ibas: Generasi Muda Harus Ciptakan Nilai Dari Ekonomi Biru
Kamis, 24 September 2026 17:00 WIB
Sebelumnya
Blue Innovation Harus Menghasilkan Solusi Nyata
Ibas menekankan bahwa ekonomi biru tidak boleh berhenti sebagai konsep. Ia mendorong lahirnya blue innovation yang menghasilkan masalah nyata yang terpecahkan, prototipe nyata, serta manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu yang disorot adalah pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung sektor kelautan.
“AI jangan dianggap sebagai musuh atau pesaing. Gunakan AI untuk membackup dan mengakselerasi kita,” ujar Ibas.
Dia menyebut berbagai peluang pemanfaatan teknologi, mulai dari Internet of Things (IoT), sensor bawah air, pemantauan kualitas air, pengembangan akuakultur, efisiensi pola pemberian pakan, hingga pemanfaatan data untuk membantu nelayan menentukan lokasi penangkapan ikan secara lebih efektif.
Baca juga : Edhie Baskoro: Indonesia Emas Harus Tanpa Bandar Narkoba
Menurut Ibas, teknologi harus diarahkan untuk mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Hilirisasi Hasil Laut Harus Diperkuat
Ibas juga menyoroti pentingnya hilirisasi hasil laut agar Indonesia tidak terus menjual komoditas dalam bentuk mentah. Menurutnya, pengolahan hasil perikanan dan kelautan dapat memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di daerah pesisir.
“Kita harus berpikir bagaimana hasil laut kita tidak hanya dijual mentah. Kalau kita menjual hasil olahan laut, nilai tambahnya bisa jauh lebih tinggi,” katanya.
Baca juga : Hendri Satrio: Pengisi Dapil Nasional Bukan Pilihan Partai
Penguatan rantai dingin atau cold storage juga dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil perikanan, memperluas akses pasar, dan mengurangi potensi kehilangan hasil.
Pulau-Pulau Kecil sebagai Pusat Pertumbuhan Baru
Ibas mengusulkan agar pulau-pulau kecil tidak selalu dipandang sebagai wilayah terluar atau kawasan yang jauh dari pusat pembangunan.
Sebaliknya, pulau-pulau kecil dapat dikembangkan menjadi pusat ekonomi baru, kawasan percontohan energi bersih, laboratorium teknologi kelautan, pusat wisata berkelanjutan, maupun sentra UMKM.
Baca juga : Dede Yusuf: Kami Memikirkan Jutaan Suara Hangus
“Pulau kecil jangan kita lihat sebagai ujung Indonesia. Justru pulau kecil bisa dijadikan pusat ekonomi baru yang terbarukan,” tegasnya.
Ia menilai pemanfaatan pulau-pulau kecil harus dilakukan dengan pemetaan yang baik, memperhatikan kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta kepentingan nasional.
Gagasan tersebut mendapat respons dari Ghina Raihanah dari Indonesia Ocean Justice Initiative. Ia menilai potensi pulau-pulau kecil perlu dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan lingkungan.
Menurutnya, mangrove dan blue carbon memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan secara bersamaan dengan upaya menjaga integritas ekosistem dan masyarakat pesisir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya