Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Shanty Alda Nathalia Dorong Pemerintah dan PLN Perkuat Keandalan Pasokan Listrik
Minggu, 27 September 2026 18:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengganggu keandalan sistem kelistrikan, mulai dari kekeringan yang menurunkan debit air hingga hujan ekstrem yang dapat berdampak pada infrastruktur.
Kondisi ini mendorong Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia meminta pemerintah dan PT PLN (Persero) memperkuat mitigasi untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.
Shanty mengatakan, perubahan kondisi cuaca perlu menjadi perhatian dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Menurutnya, dampak tersebut sudah terlihat di sejumlah wilayah, salah satunya Sulawesi Selatan.
“Cuaca ekstrem telah berdampak terhadap keandalan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah. Di Sulawesi Selatan misalnya, penurunan debit air akibat kemarau berdampak pada kemampuan PLTA dan menyebabkan pemadaman bergilir dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Shanty.
Baca juga : Amankan Pasokan Listrik, Pemerintah Perlu Beri Kepastian Produksi Tambang
Menurutnya, berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan perlu terus dioptimalkan agar kondisi kelistrikan dapat kembali stabil.
Salah satunya melalui modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan ketersediaan air dan mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air.
“Berbagai upaya untuk mengatasi kondisi tersebut terus dilakukan, termasuk melalui modifikasi cuaca. Langkah ini kami apresiasi dan perlu terus dioptimalkan agar keandalan pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih,” katanya.
Shanty menilai, kondisi tersebut juga perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan dalam menghadapi perubahan iklim.
Perencanaan sistem kelistrikan ke depan, kata dia, perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi produksi pembangkit.
Baca juga : PLN Genjot Pasokan Listrik Sulbagsel, Darmawan Turun Tangan
“Ke depan, kondisi seperti ini harus menjadi evaluasi untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan menghadapi perubahan iklim. Pemerintah dan PLN perlu menyiapkan mitigasi dan pasokan pengganti ketika produksi pembangkit terganggu,” ujar Shanty.
Ia menambahkan, risiko terhadap sistem kelistrikan dapat muncul dari berbagai kondisi cuaca. Kekeringan pada periode El Niño, misalnya, dapat berdampak pada ketersediaan air untuk pembangkit listrik tenaga air.
Sementara itu, curah hujan ekstrem, banjir, dan longsor pada periode La Niña juga dapat mengganggu infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah.
Karena itu, kesiapan menghadapi berbagai skenario cuaca dinilai penting agar gangguan pada satu sumber pembangkitan tidak langsung berdampak signifikan terhadap masyarakat.
“Baik akibat kekeringan saat El Niño maupun curah hujan ekstrem, banjir dan longsor pada periode La Niña, pemerintah dan PLN perlu memastikan adanya mitigasi serta pasokan pengganti sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjamin,” tuturnya.
Baca juga : Pasokan Listrik Utama di Flores Normal, PLN Fokus Pulihkan Jaringan Distribusi
Shanty berharap, penguatan ketahanan sistem kelistrikan dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui diversifikasi sumber pembangkitan, kesiapan cadangan daya, penguatan infrastruktur jaringan, maupun peningkatan kapasitas mitigasi terhadap risiko bencana dan cuaca ekstrem.
Menurutnya, keandalan listrik tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan energi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan ketika menghadapi kondisi cuaca yang semakin dinamis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya