Dark/Light Mode

BKSAP Sambut Menlu Baru, Dorong Penguatan Diplomasi Bebas Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 15:36 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Ma'azat mendorong Menteri Luar Negeri (Menlu) yang baru, Arrmanatha Christiawan Nasir, memperkuat politik luar negeri bebas aktif.

Diplomasi tersebut dinilai perlu diarahkan untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional sekaligus memperjuangkan isu kemanusiaan.

Syahrul Aidi menyampaikan ucapan selamat kepada Arrmanatha Christiawan Nasir atas pelantikannya sebagai Menlu oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (2/10/2026).

"Selamat kepada Bapak Arrmanatha Christiawan Nasir atas amanah baru sebagai Menteri Luar Negeri. Kita berharap diplomasi Indonesia ke depan semakin kuat, sehat, adaptif, dan mampu menjaga kepentingan serta kedaulatan bangsa di tengah dinamika geopolitik global," ujar Syahrul Aidi.

Baca juga : Habib Aboe Di AIPA Caucus: ASEAN Perlu Bangun Kerangka Peringatan Dini Digital

Menurutnya, diplomasi bebas aktif harus terus menjadi instrumen strategis Indonesia dalam menjaga posisi dan ruang gerak nasional.

Di saat yang sama, diplomasi juga perlu memperkuat kerja sama bilateral, regional, dan multilateral.

"Indonesia tidak boleh hanya menjadi objek dalam perubahan geopolitik. Diplomasi kita harus mampu menjaga kedaulatan, memperluas kemitraan, melindungi WNI, serta memastikan Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam menentukan kepentingannya sendiri," katanya.

Syahrul Aidi juga menegaskan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mendorong perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Baca juga : Tata Jadi Menlu, Sugiono Yakin Wajah Diplomasi RI Semakin Baik

Dia secara khusus menyoroti krisis kemanusiaan yang masih dialami rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza. Dia berharap, isu Palestina tetap menjadi salah satu prioritas diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Menlu yang baru.

"Palestina bukan sekadar isu politik luar negeri, melainkan amanat konstitusi dan panggilan kemanusiaan. Rakyat Palestina masih menghadapi penderitaan yang luar biasa: kekurangan pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal yang layak. Kami berharap Kementerian Luar Negeri terus memimpin upaya untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan, perlindungan bagi warga sipil, serta penghormatan penuh terhadap hukum humaniter internasional," tegasnya.

Menurut Syahrul Aidi, bantuan kemanusiaan perlu berjalan beriringan dengan perjuangan politik menuju kemerdekaan Palestina.

Indonesia, kata dia, harus tetap konsisten mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat serta menolak segala bentuk pendudukan dan pemindahan paksa penduduk Palestina dari tanah airnya.

Baca juga : Sambut Menkeu Baru, HIPMI Dorong Suahasil Bikin Kebijakan Fiskal Ramah Pengusaha

"Selama Palestina belum merdeka, selama itu pula Indonesia berdiri bersama rakyat Palestina. Ini adalah garis politik luar negeri yang sudah ditetapkan para pendiri bangsa, dan kita wajib menjaganya," ujar Syahrul Aidi.

Sebagai pimpinan BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri dalam menjalankan diplomasi Indonesia.

Termasuk, memperjuangkan isu Palestina melalui jalur parlemen di berbagai forum internasional. Di antaranya melalui Inter-Parliamentary Union (IPU), Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), serta kerja sama parlemen bilateral.

"BKSAP DPR RI siap berkolaborasi dan mendukung agenda Menteri Luar Negeri dalam memperkuat diplomasi bebas aktif demi kemajuan dan kedaulatan bangsa. Diplomasi pemerintah dan diplomasi parlemen harus saling melengkapi dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia, termasuk membela hak-hak rakyat Palestina, di berbagai forum internasional," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.