Dark/Light Mode

Sambut Menkeu Baru, HIPMI Dorong Suahasil Bikin Kebijakan Fiskal Ramah Pengusaha

Selasa, 15 September 2026 09:56 WIB
Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo. Foto: Instagram/bpphipmi
Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo. Foto: Instagram/bpphipmi

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menyambut penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

HIPMI menilai pergantian Menkeu harus menjadi momentum memperkuat kepercayaan pelaku usaha dan investor serta memastikan kebijakan fiskal lebih efektif mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo mengatakan tugas Menkeu baru tidak hanya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menekankan kekuatan fiskal harus benar-benar menghasilkan aktivitas ekonomi baru di sektor riil.

Baca juga : Suahasil Ditugasi Kelola APBN Lebih Sehat & Kredibel

“Dunia usaha membutuhkan dua hal berjalan bersamaan: fiskal yang kredibel dan ekonomi yang terus bergerak,” kata Jona dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026). 

Ia menambahkan APBN sehat penting untuk menjaga kepercayaan, tetapi dampaknya harus terasa dalam investasi baru, proyek berjalan, usaha berkembang, dan lapangan kerja tercipta.

HIPMI mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Investasi tumbuh 6,87 persen dan konsumsi pemerintah melonjak 15,97 persen.

Baca juga : Hanura Harap Menkeu Suahasil Dengarkan Keluhan Daerah

Menurut Jona, angka itu menunjukkan pemerintah punya ruang strategis mempertahankan momentum pertumbuhan melalui kualitas dan efektivitas belanja negara. “Sekarang tantangannya adalah kualitas pertumbuhan; setiap rupiah belanja pemerintah harus menghasilkan efek berganda yang semakin besar kepada ekonomi,” lanjutnya.

Ia menekankan pengusaha nasional, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri dalam negeri, dan tenaga kerja lokal harus semakin banyak menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang diciptakan APBN.

HIPMI menilai kesinambungan kebijakan penting di tengah ketidakpastian global. Pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan diharapkan membuat transisi berjalan cepat tanpa mengganggu agenda ekonomi pemerintah.

Baca juga : Suahasil Minta Pasar Tak Khawatir Pergantian Menkeu

Jona menambahkan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, investasi, dan sektor riil perlu semakin diperkuat. Ia menilai sinergi itu menentukan daya tahan pertumbuhan di tengah tekanan global.

“Kita ingin APBN menjadi katalis, bukan satu-satunya mesin; keberhasilannya justru ketika belanja negara mampu menarik lebih banyak investasi swasta, menggerakkan pengusaha daerah dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Jona.

Menurut HIPMI, agenda itu penting karena Indonesia membutuhkan pertumbuhan lebih kuat untuk menyediakan lapangan pekerjaan dan melahirkan lebih banyak pengusaha baru. “HIPMI siap menjadi mitra pemerintah; target akhirnya harus sama: menjaga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia sekaligus membuat dunia usaha semakin berani berekspansi, berinvestasi, dan membuka lapangan kerja,” tutup Jona.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.