Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BRI Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik di Indonesia Hasil Berorientasi Nasabah
- Kabut Asap di Danau Toba, ASDP Perkuat Kewaspadaan & Optimalkan Navigasi Kapal
- Hajar Man City, PSG Bikin Inggris Merana
- Vinicius Junior Protes Hukuman 4 Laga
- Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Karhutla
Audiensi HUT TNI
Ibas Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan Dan Lanjutkan Perjuangan
Selasa, 6 Oktober 2026 16:26 WIB
Sebelumnya
Sementara itu, Sulaiman, anggota FKPPI menekankan kembali pentingnya pesan Bung Karno, “Jas Merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.”
Menurutnya, generasi muda perlu memahami perjalanan bangsa dan para tokoh pendiri negara agar tidak kehilangan akar identitas kebangsaan. Ia juga melihat media sosial sebagai medan baru untuk menyampaikan nilai-nilai sejarah melalui kampanye kreatif yang dapat menjangkau anak muda.
Bagi generasi muda FKPPI, pemahaman sejarah juga perlu diterjemahkan dalam bentuk kontribusi nyata.
Karena itu, diperlukan ruang untuk masuk ke sekolah, kampus, hingga lingkungan karang taruna guna memperkenalkan Pancasila, menjaga ketertiban bersama TNI dan Polri, sekaligus mendorong kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan keterampilan digital agar generasi muda tidak hanya bangga terhadap perjuangan orang tua mereka, tetapi juga mampu menciptakan sejarahnya sendiri.
Baca juga : Badan Sosialisasi MPR Fokus Sosialisasi Empat Pilar Kepada Pendidik
Ibas Yudhoyono juga menyinggung pentingnya kepemimpinan yang mampu mendengar. Baginya, menjadi pemimpin bukan hanya soal berbicara atau memberikan arahan, tetapi juga memahami aspirasi masyarakat dan menerjemahkannya dalam visi serta misi yang nyata.
Kedaulatan Rakyat dan Demokrasi
Dalam konteks demokrasi, Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan bahwa rakyat merupakan pemegang kedaulatan. Karena itu, partisipasi masyarakat tidak berhenti pada momentum pemilihan umum, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, kritik, serta kontribusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
Ia mengajak masyarakat untuk dapat mendukung program yang baik sekaligus tetap kritis terhadap kebijakan yang perlu diperbaiki. “Kritis bukan berarti kita membencinya,” tegas Edhie Baskoro.
Baca juga : Menko AHY Jajaki Teknologi Baterai Raksasa Di Swiss, Stabilkan Listrik Jawa-Bali
Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Masyarakat tidak harus memiliki pemikiran yang sama dalam segala hal, tetapi perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti merasa sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Hal tersebut sejalan dengan pandangan Rizki Aulia Rahman Natakusumah yang menilai generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang jauh lebih terbuka.
Media sosial dan teknologi kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan untuk membuat sejarah dan politik lebih dekat dengan anak muda, sekaligus mendorong mereka untuk berpikir kritis, bukan sekadar menghafal.
Menurut Rizki, perkembangan teknologi merupakan momentum yang menarik untuk mengajak generasi muda bertanya mengenai apa yang akan dilakukan jika para pahlawan dan pendiri bangsa melihat Indonesia dalam kondisi saat ini.
Baca juga : Ibas Minta KIP Kuliah Harus Tepat Sasaran
Pertanyaan tersebut, menurutnya, dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran sekaligus mendorong adanya tindak lanjut nyata.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya