Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aset, Infrastruktur & Bisnisnya Besar
DPR Puji Transformasi Dan Kinerja PT Telkom
Jumat, 9 Oktober 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - DPR memuji kinerja dan arah transformasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang sekarang asetnya sudah menjadi "raksasa". Namun, DPR juga mengingatkan agar mesin pertumbuhan labanya terus diperkuat.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Menurutnya, besarnya aset dan infrastruktur Telkom harus diikuti dengan pertumbuhan kinerja dan nilai perusahaan yang lebih kuat.
Pada Semester I 2026, Telkom mencatat pendapatan Rp75,9 triliun dan laba Rp10,6 triliun. Telkom juga memiliki lebih dari 211 ribu kilometer fiber, 301 ribu BTS, 45 ribu tower, dan 35 data center.
“Telkom ini sudah menjadi raksasa. Asetnya besar, infrastrukturnya besar, bisnisnya juga besar. Tetapi kita harus melihat satu hal penting: pertumbuhan labanya hanya sekitar 1,4 persen. Ini yang harus menjadi perhatian,” ujar Darmadi.
Baca juga : Beban Jemaah Berkurang Ongkos Haji Makin Ringan
Darmadi menilai langkah transformasi Telkom sudah cukup besar. Perusahaan telah melakukan 2 divestasi, 2 merger, dan menutup 8 bisnis. Jumlah FTE turun dari 20.357 menjadi 17.438 orang, sementara beban personel turun dari Rp9,5 triliun menjadi Rp7,7 triliun.
“Artinya restrukturisasi sudah berjalan. Efisiensi sudah berjalan. Konsolidasi juga sudah berjalan. Tetapi pertanyaannya, setelah semua itu dilakukan, di mana mesin pertumbuhan laba yang baru?” tegasnya.
Darmadi juga menyoroti struktur pendapatan Telkom. Sekitar 72 persen pendapatan eksternal atau Rp54,7 triliun berasal dari B2C, yang menunjukkan bisnis konsumen masih menjadi sumber pendapatan yang sangat dominan.
Di sisi lain, segmen B2B ICT yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru justru mencatat penurunan hasil segmen dari Rp1,384 triliun menjadi Rp678 miliar, atau sekitar 51 persen.
Baca juga : Desa Bukan lagi Objek, Tapi Penentu Arah Pembangunan
“Kalau kita bicara transformasi digital dan B2B sebagai mesin pertumbuhan baru, tentu kita perlu melihat kenapa hasil segmen B2B ICT justru turun 51 persen. Jangan hanya melihat pendapatannya, tetapi juga harus melihat kemampuan bisnis tersebut menghasilkan keuntungan,” jelas Darmadi.
Perhatian tersebut semakin penting karena Telkom tetap melakukan investasi dalam jumlah besar. Pada Semester I 2026, Capex mencapai Rp10,8 triliun. Sementara transaksi InfraNexia mencapai Rp35,8 triliun pada fase pertama dan Rp49,9 triliun pada fase kedua, dengan lebih dari 90 persen aset jaringan Telkom berada di InfraNexia.
“Investasi besar harus menghasilkan produktivitas yang besar. Karena itu kita ingin melihat setelah restrukturisasi aset, konsolidasi bisnis, dan investasi triliunan rupiah, kapan dampaknya terhadap pertumbuhan laba akan semakin terlihat?” kata Darmadi.
Darmadi menegaskan, Komisi VI DPR RI mendorong Direktur Utama Telkom yang baru agar tidak hanya fokus pada penataan struktur perusahaan dan aset, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Baca juga : 620 Anak & Remaja Terpapar Ekstremisme Di Ruang Digital
“Restrukturisasi bukan garis finish. Konsolidasi bukan garis finish. Efisiensi juga bukan garis finish. Yang kita tunggu adalah pertumbuhan.”
Menurut Darmadi, Telkom perlu memperkuat B2B ICT, mengoptimalkan data center, mengembangkan bisnis berbasis AI, serta memastikan infrastruktur digital yang dimiliki mampu menghasilkan nilai ekonomi yang semakin besar.
“Telkom sudah menjadi raksasa. Sekarang tantangannya adalah bagaimana raksasa ini tumbuh lebih besar, lebih produktif, dan memberikan nilai yang semakin besar bagi perekonomian serta masyarakat Indonesia,” pungkas Darmadi Durianto. PYB
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 9 Oktober 2026 dengan judul "Aset, Infrastruktur & Bisnisnya Besar DPR Puji Transformasi Dan Kinerja PT Telkom"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya