Dark/Light Mode

Lindungi Generasi Muda

DPR Desak BNN Berantas Tuntas Jaringan Narkotika

Kamis, 5 November 2026 07:05 WIB
Anggota Komisi III DPR Lola Nelria Oktavia. Foto: Dok. DPR RI
Anggota Komisi III DPR Lola Nelria Oktavia. Foto: Dok. DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan memuji langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika di sejumlah wilayah di Indonesia. Keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam memberantas narkotika.

Anggota Komisi III DPR Lola Nelria Oktavia mengatakan, penindakan jaringan peredaran narkotika di sejumlah wilayah Indonesia menjadi momentum untuk memperluas penindakan hingga menyasar jaringan pemasok dan pihak-pihak yang berada di balik peredaran barang haram tersebut. Namun, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya menyasar pengedar maupun pengguna di tingkat bawah.

Menurutnya, penelusuran terhadap sumber pasokan, bahan baku, hingga aktor utama dalam jaringan peredaran perlu menjadi perhatian agar upaya pemberantasan barang haram tersebut dapat menjangkau akar persoalan. "Penindakan ini membuktikan keseriusan Pemerintah yang tidak boleh kalah sama jaringan narkotika,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Lola mencontohkan keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan narkotika seberat 1,8 ton di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dan pengungkapan pabrik narkoba di Aceh. Capaian tersebut memperlihatkan pentingnya pengawasan dan penindakan yang tidak hanya berfokus pada peredaran di dalam negeri, tetapi juga menelusuri jalur masuk serta sumber bahan baku narkotika.

Karena itu, Lola berharap, koordinasi lintas lembaga, termasuk Polri, BNN, dan Bea Cukai, terus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan untuk mengawasi rantai pasokan narkotika secara menyeluruh. Mulai dari masuknya bahan baku hingga proses produksi dan distribusinya kepada masyarakat.

Baca juga : BPJS Kesehatan Gratis Diperluas Hingga Desil 8

Selain itu, ia menekankan, langkah pencegahan melalui pengawasan terhadap sarana yang berpotensi dimanfaatkan untuk peredaran narkotika. Salah satunya adalah penggunaan vape yang perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi celah baru bagi jaringan narkotika.

Dia mendukung upaya pembatasan penggunaan vape sebagai salah satu langkah preventif atau pencegahan untuk mempersempit ruang peredaran narkotika. Pencegahan perlu dikedepankan agar masyarakat tidak harus menghadapi dampak yang lebih besar akibat penyalahgunaan narkotika. "Memang vape itu dijadikan alat untuk peredaran. Jadi lebih baik kita mencegah daripada harus mengobati,” tegas politisi Nasdem ini.

Lola mengingatkan, pemberantasan narkotika pada akhirnya merupakan upaya melindungi masa depan generasi muda. Penguatan penindakan dan pencegahan dapat berjalan beriringan, sehingga generasi muda memiliki lingkungan yang lebih sehat dan terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Narkotika, lanjutnya, hanya kesenangan sesaat yang tidak pernah menyelesaikan masalah apa pun. Masa depan itu panjang, bukan hanya saat sekarang. "Jadi hindari dan bisa berkata tidak sama narkotika, stay healthy, hidup sehat, tetap semangat,” imbuh legislator asal Jawa Barat (Jabar) ini.

Anggota Komisi VIII DPR Muhammad Husni menambahkan, perlindungan anak dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika sangat penting dilakukan. Apalagi peredaran narkotika sudah mulai merambah lingkungan pendidikan, bahkan hingga jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal ini menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam memperkuat peran keluarga dan lingkungan sosial.

Baca juga : Perketat Perbatasan, Cegah Narkoba Masuk!

Husni mengingatkan, narkoba tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan individu yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat berdampak terhadap keluarga serta lingkungan masyarakat. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak dan generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkotika.

"Saya lihat mahasiswa, anak SMA, SMP, bahkan SD sudah banyak yang mencoba-coba menjual narkoba. Jadi betul-betul mereka merencanakan supaya generasi muda kita rusak. Ini sangat berbahaya sekali,” kata politisi Gerindra ini.

Ia menilai, ancaman narkoba tidak bisa dipandang semata-mata sebagai persoalan penegakan hukum. Karena dampaknya dapat meluas hingga kehidupan keluarga dan ketertiban sosial. Seseorang yang telah terpapar narkoba berpotensi membawa persoalan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, bahkan dapat mendorong munculnya berbagai tindak kejahatan.

Husni menekankan, keluarga memiliki peran penting dalam membentengi anak-anak dari pengaruh narkotika. Pengawasan, komunikasi, dan kepedulian terhadap lingkungan pergaulan generasi muda menjadi bagian dari upaya pencegahan yang perlu diperkuat. "Masyarakat dan lingkungan pendidikan juga perlu ikut membangun ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak," imbuh legislator asal Sumatera Utara (Sumut) ini.

Menurutnya, upaya pemberantasan perlu menyasar seluruh mata rantai peredaran, bukan hanya pengguna. Tetapi juga yang penting pemasok dan bandar besar tanpa memandang latar belakang maupun kekuatan pihak yang terlibat.

Baca juga : Calon Ketua Demokrat Sumut Mulai Saling Klaim Dukungan

Meski demikian, Husni menegaskan, pemberantasan narkotika tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Keluarga dan masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 5 November 2026 dengan judul "Lindungi Generasi Muda DPR Desak BNN Berantas Tuntas Jaringan Narkotika"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.