Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Bekal Masyarakat Menipis
Ketua DPD Desak Pemerintah Cairkan Bansos PPKM Darurat
Rabu, 14 Juli 2021 06:50 WIB
Sebelumnya
“Itu (bansos, red) dibutuhkan masyarakat untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian dan pembatasan,” kata dia.
Lebih lanjut, LaNyalla mendorong pemerintah memberi program bantuan dan relaksasi kepada pengusaha yang terimbas PPKM Darurat. Sebab, tekanan ekonomi dari kebijakan PPKM Darurat berpotensi menambah jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca juga : Bantu Masyarakat, AHM Salurkan Bantuan Sembako-Hewan Kurban
Menurutnya, penutupan mall atau pembatasan sejumlah tempat usaha, berimbas pada potensi pengurangan tenaga kerja dan kerugian bagi para pelaku usaha.
“Karenanya, pemerintah perlu memberikan stimulus, relaksasi, dan bantuan sosial untuk mengurangi beban dan mencegah terjadinya PHK,” sarannya.
Baca juga : Corona Ngamuk, Pemerintah Siapkan Skenario PPKM Darurat Diperpanjang 6 Minggu
Terkait stimulus untuk Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), LaNyalla berharap, bantuan tersebut disalurkan tepat waktu. Sebab, sektor UMKM memberi kontribusi besar dalam menopang perekonomian nasional.
Menurut dia, sebanyak 3 juta UMKM akan menjadi penerima bantuan langsung tunai (BLT) UMKM sebesar Rp 1,2 juta dalam 3 bulan.
Baca juga : Wakil Ketua MPR Sepakat Senayan Jadi RS Darurat Corona
“Ini harus tepat waktu. 12,8 juta pelaku usaha mikro harus dapat bertahan di tengah PPKM darurat. Agar persoalan ekonomi kita tidak semakin buruk saat penerapan dan pascakebijakan PPKM Darurat,” tandasnya. [ONI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya