Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Koalisi Indonesia Maju (KIM) sedang diterpa isu tak sedap, Partai Golkar dan Partai Gerindra dikabarkan pecah kongsi di Pilkada Serentak 2024.
Namun, hal ini dibantah langsung oleh Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar, Idrus Marham.
"Utamanya yang akhir-akhir ini kan dibicarakan antara Gerindra dengan Golkar. Ya utamanya itu. Itu sama sekali tidak (benar). Tetapi itu adalah sebuah dinamika, dan itu menunjukkan bahwa terjadi perdebatan-perdebatan konseptual," kata Idrus dalam jumpa persnya di Kawasan Matraman, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Mantan Sekjen Partai Golkar itu mengatakan, masalah gesekan antar partai menghadapi Pilkada adalah hal biasa saja. Hal ini disebabkan masing- masing partai ingin mendistribusikan kader terbaiknya untuk maju di Pilkada.
Namun, dia memastikan komunikasi Golkar dengan Gerindra, sampai hari ini baik-baik saja.
"Kita tahu di Gerindra sebagai panglimanya di itu adalah saudara Dasco, dan sangat luar biasa. Komunikasi Saudara Dasco pada kita ini juga tidak hanya lancar, tetapi juga efektif. Bahkan dalam hal tertentu Dasco yang hubungi kita," ujarnya.
Menurutnya, Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden terpilih, justru menghendaki adanya perdebatan di internal koalisinya.
"Kenapa? Karena memang arahan Pak Prabowo. Bahwa terbentuknya Koalisi Indonesia Maju yang permanen. Jangan pernah menyandera proses demokratisasi internal koalisi yang substansial. Karena itu perlu dibuka perdebatan-perdebatan konseptual yang berkualitas. Dalam perspektif menentukan orang Perlu ditentukan parameter-parameter objektif yang berkualitas," tuturnya.
Baca juga : Pertamina Retail Borong Penghargaan Di Nusantara CSR Award
Idrus menegaskan, yang jelas nanti yang menang adalah calon all KIM final. Selain itu, idrus mengungkapkan Cakada dari KIM juga berpotensi menghadapi kotak kosong di beberapa daerah.
"Ada beberapa kemungkinan. Yang pertama di beberapa daerah satu kesatuan. Dan bahkan di beberapa daerah Insyaallah lawan kotak kosong," ungkapnya.
Namun dia tak memerinci beberapa daerah yang disebut KIM bisa bersama dan melawan kotak kosong itu. Selain kotak kosong, ia menambahkan, ada sejumlah daerah yang cukup potensial bagi partai politik di internal KIM untuk saling berhadapan.
"All KIM final tadi bisa saja terjadi. Sebutlah, misalkan, kalau jadi misalkan di Banten. Calon di sebelah sana, teman-teman dari Gerindra, Andra (Andra Soni-Dimyati), ya kan? Kemudian calon di sebelah sini teman-teman dari Golkar Itu saudari Airin. Berarti siapa yang terpilih di sini adalah merupakan bagian keluarga besar Koalisi Indonesia Maju," jelas mantan Menteri Sosial ini.
Baca juga : Airlangga Tak Tertandingi
Meski kemungkinan bersaing tetap ada, lanjut Idrus, partai-partai KIM pastinya akan bersatu lagi setelah Pilkada usai. Hal itu dipastikannya karena KIM berkomitmen untuk memastikan jalannya kepemimpinan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sukses.
"Nah tentu sikap-sikap politik pasca itu juga beda. Tetap kembali lagi satu dalam rangka untuk memastikan kesuksesan kepemimpinan Prabowo-Gibran," katanya.
Perlu diketahui, KIM beranggotakan sejumlah partai politik pengusung pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Partai politik yang tergabung KIM antara lain, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Prima, Partai Bulan Bintang (PBB).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya