Dark/Light Mode

Rakernas Golkar, Bamsoet Paparkan Urgensi Konsolidasi Internal & Bangun Kekuatan Eksternal

Minggu, 9 Februari 2025 13:14 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan, konsolidasi internal dan membangun kekuatan eksternal menjadi kebutuhan yang mendesak bagi Partai Golkar dalam menghadapi dinamika perpolitikan di Tanah Air.

Konsolidasi internal berfungsi untuk memperkuat struktur dan integrasi di dalam Partai Golkar. Sementara membangun kekuatan eksternal bertujuan untuk memperluas serta memperkuat jaringan dan aliansi dengan berbagai elemen politik, keagamaan, sosial, akademisi, kepemudaan serta kemasyarakatan seperti Forum Rektor, Forum Pemimpin Redaksi, insan pers dan lain-lain.

"Upaya yang sistematis dan terencana ini diharapkan dapat membawa Partai Golkar kembali ke jalur kemenangan dan pengaruh yang signifikan di kancah perpolitikan nasional," ujar Bamsoet, saat memaparkan program kerja bidang Hubungan Antar Lembaga di dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Golkar, di Markas Besar Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Sabtu (8/2/2025).

Baca juga : Bigo Awards Gala 2025 Berikan Penghargaan Pada Konten Kreator dari 40 Negara

Bamsoet lalu menjelaskan alasan Bidang Hubungan Antar Lembaga Partai Golkar merekomendasikan kerja-kerja politik seperti Silahturahmi Kebangsaan atau Safari Politik ke berbagai kekuatan, baik internal seperti ke ormas yang mendirikan, didirikan dan organisasi sayap maupun ke berbagai kekuatan di luar lebih diintensifkan. Sebab, konsolidasi internal dan membangun kekuatan eksternal bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan keharusan yang mendesak untuk memastikan agar partai ini tetap berjaya di tengah perubahan yang cepat dalam dunia perpolitikan Indonesia.

"Dengan memperkuat struktur di dalam dan menjalin aliansi yang strategis di luar, Partai Golkar dapat menciptakan stabilitas dan kepercayaan publik yang dibutuhkan untuk mengokohkan posisi tawar dalam perpolitikan tanah air," terangnya.

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, konsolidasi internal Partai Golkar harus dilakukan dengan organisasi yang menjadi pendiri dan didirikan Partai Golkar. Organisasi pendiri Partai Golkar seperti Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Koperasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), memiliki peran penting dalam menyolidkan basis dukungan partai. Melalui kolaborasi yang erat dengan organisasi-organisasi tersebut, Partai Golkar dapat membangun kekuatan yang lebih terintegrasi dan solid.

Baca juga : Sinar Mas Dan Axiata Kolaborasi Perkuat Ekosistem Digital

Selain itu, Golkar juga perlu melakukan konsolidasi internal dengan organisasi yang didirikan serta organisasi sayap Partai Golkar. Seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya serta Majelis Dakwah Indonesia.

Dengan meningkatkan keterlibatan pemuda dan perempuan dalam proses pengambilan keputusan, Partai Golkar tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap keberagaman, tetapi juga memperluas basis dukungan yang dapat menggerakkan mesin politik partai menuju kesuksesan.

Bamsoet melanjutkan, hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 2023 menunjukkan, responden yang mengusulkan adanya peremajaan kepengurusan di internal partai mencapai 75 persen. "Hal ini menunjukkan perlunya konsolidasi internal untuk membangun kepercayaan dan menghadirkan wajah baru yang lebih modern dan dinamis dalam kepemimpinan partai," paparnya.

Baca juga : Rapat Bidang Hubungan Antar Lembaga Golkar, Bamsoet Dorong Penguatan Konsolidasi

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, Partai Golkar juga harus melakukan konsolidasi eksternal dengan menjalin hubungan yang konstruktif dengan berbagai organisasi massa, organisasi keagamaan, partai politik lain, serta aktor-aktor penting lain di tatanan politik. Semisal, menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama dapat memberikan legitimasi politik yang lebih solid, serta menjangkau dukungan di basis pemilih yang lebih luas. Dalam Pemilu 2024, dukungan dari organisasi keagamaan ini terbukti sangat krusial, mengingat peran mereka dalam menggerakkan suara di kalangan masyarakat.

Kerja sama dengan partai politik lain juga sangat penting. Partai Golkar perlu membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan partai-partai yang memiliki visi dan misi sejalan. Termasuk kemungkinan merangkul partai-partai kecil untuk membentuk koalisi yang strategis. "Konsolidasi eksternal yang dilakukan akan mampu meningkatkan daya tawar dan posisi Partai Golkar dalam tatanan politik Indonesia yang semakin kompleks," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.