Dark/Light Mode

Hadiri Open House Petrus Golose

Bamsoet Dorong Perayaan Natal Jadi Sarana Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama

Rabu, 25 Desember 2024 22:48 WIB
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo (kiri). (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, perayaan Natal 2024 bukan hanya menjadi momen religius bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komitmen untuk mewujudkan cinta kasih kemanusiaan di tengah keberagaman. Dengan mengimplementasikan ajaran agama secara konsisten melalui tindakan nyata, umat beragama dapat berkontribusi besar bagi kemajuan Indonesia, menciptakan kedamaian dan kerukunan yang merupakan syarat mutlak bagi pembangunan yang berkelanjutan.

"Dalam Natal tahun 2024, marilah kita menjadikan perayaan ini sebagai momentum untuk membumikan ajaran agama dalam semangat cinta kasih kemanusiaan," ujar Bamsoet, saat menghadiri open house perayaan Natal di kediaman mantan Kepala BNN dan mantan Kapolda Bali Komjen Pol (Purn) Petrus Golose, di Ubud Bali, Rabu (25/12/2024).

Baca juga : Teguh Apresiasi Rangkaian Natal Di Jakarta, Bukti Toleransi Antarumat Beragama

Bamsoet menyatakan, cinta kasih adalah kunci untuk menumbuhkan harmoni di tengah kebhinekaan yang pada akhirnya menjadi landasan bagi kemajuan Indonesia secara keseluruhan. "Melalui aksi cinta kasih yang berkelanjutan, Indonesia dapat menatap masa depan dengan optimisme serta menjadikan keragaman sebagai kekuatan dan bukan sebagai sumber perpecahan," ujarnya.

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia tercatat lebih dari 273 juta jiwa yang terdiri dari 1.340 suku bangsa, dengan 733 bahasa daerah yang berbeda, lebih dari 300 kelompok etnis dan 6 agama yang diakui. Hasil penelitian Setara Institute menunjukkan bahwa konflik yang sering terjadi di Indonesia sebagian besar dipicu oleh intoleransi dan kesalahpahaman antar suku, ras dan agama.

Baca juga : Hadiri Gala Dinner MMSGI, Bamsoet Dorong Pengembangan Energi Berkelanjutan

Dalam konteks ini, tambah Bamsoet, ajaran cinta kasih yang dihayati dan diimplementasikan oleh setiap individu dapat menjadi senjata ampuh dalam meredam potensi konflik, menciptakan iklim yang kondusif bagi dialog antar umat beragama. "Sebagaimana kandungan dalam ajaran semua agama, cinta kasih akan selalu menjadi fondasi yang terpenting bagi kehidupan manusia yang damai dan sejahtera," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, kerukunan antar umat beragama sangat penting dalam konteks keberagaman Indonesia. Kerukunan antar umat beragama juga berperan penting dalam mendorong pembangunan ekonomi. Dengan adanya kerjasama antar komunitas agama, peluang untuk investasi dan bisnis akan meningkat.

Baca juga : DPD Ajak Filipina-RI Perkuat Kerja Sama

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sektor pariwisata di daerah-daerah yang terkenal dengan kerukunan antar umat beragama, seperti Bali dan Lombok, mengalami pertumbuhan pesat. "Hal ini membuktikan bahwa kerukunan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga dapat mendatangkan manfaat ekonomi," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.