Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bahlil Minta Doa dan Nasihat Dari Tebuireng, Ingin Jadi Pemimpin Yang Amanah
Jumat, 14 Maret 2025 21:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang Jawa Timur, Jumat (14/3/2025), untuk menjalin silaturahmi dan meminta nasihat, serta doa dari para ulama.
Bahlil dan rombongan disambut hangat oleh pengasuh pondok, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
Dalam kunjungan itu, Bahlil juga berziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dan makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia saat berziarah ke makam pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan makan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat (14/3/2025). (Foto: dok. Golkar)
“Ya, saya bersama-sama dengan rombongan dari pengurus DPP Golkar. Alhamdulillah, bisa bersilaturahmi sama Kiai di sini. Yang pertama, kita mau ziarah ke makam Pak Haji Asy’ari, sama Pak Gus Dur,” ujar Bahlil.
Baca juga : Minta Duit ke Debitur, Direksi LPEI Pakai Kode Uang Zakat
Bahlil yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan, kunjungannya merupakan bagian dari program safari Ramadan DPP Golkar, yang bertujuan mempererat hubungan antara pemimpin (umara) dan ulama.
"Yang kedua, DPP Golkar memang punya program safari Ramadan. Ini sekaligus bentuk silaturahmi antara umara dan ulama. Dalam pandangan kami, bangsa ini ke depan, kita harus saling mendoakan,” lanjutnya.
Bahlil memastikan, tidak ada agenda politik dalam safari Ramadan ini. Menurutnya, silaturahmi dengan para ulama harus tetap dijaga sebagai tradisi bangsa, tanpa dikaitkan dengan kepentingan politik.
“Oh, nggak ada (agenda politik). Ini bulan suci Ramadhan, jangan semua hal dipolitisasi. Kita ini harus kembalikan adat orang tua-tua kita dulu yang saling mengunjungi. Kami anak dari Golkar, pengurus, minta dinasihati Kiai. Jadi, jangan kita merasa paling benar juga. Karena itu, kita harus membuka diri,” tegasnya.
Bahlil juga mengaku ingin mendapatkan bimbingan dari para ulama dan kiai, agar dapat menjalankan tugasnya di pemerintahan dan partai dengan baik.
Baca juga : Takut Gagal, Enjoy Jadi Single
Bahlil ingin menjadi pejabat yang selalu dirahmati Allah SWT dan memperjuangkan kebutuhan rakyat.
Ditemui di lokasi yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyambut baik kunjungan Bahlil dan rombongan DPP Golkar.
Menurutnya, silaturahmi antara ulama dan umara merupakan tradisi yang harus terus dijaga.
"Ini kunjungan yang bagus sekali. Silaturahmi itu memang tradisi ulama dulu, memang begitu. Kemudian, kita bersama-sama dengan umara. Ini tradisi yang baik sekali. Di sini sudah pernah dilakukan oleh Gus Dur,” ujar KH Abdul Hakim Mahfudz.
Menurutnya, pertemuan antara pemimpin dan ulama dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca juga : Menkop: Kerja Sama Pemerintah dan Koperasi Bantu Stabilkan Harga Telur Jelang Ramadan
“Gus Dur dulu itu keliling-keliling, ini silaturahim. Jadi adem, kalau udah ketemu kan semua masalah itu adem. Jadi, gitu aja kok repot. Ya mudah-mudahan, semua hal bisa kita atasi. Kalau umara, ulamanya semuanya akrab, Insya Allah nggak ada masalah lagi,” beber KH Abdul Hakim.
Dia juga memberikan pesan kepada anak-anak muda, agar terus menuntut ilmu demi masa depan bangsa yang lebih baik.
"Anak muda harus banyak belajar. Ilmu itu penting. Kebetulan, Tebuireng ini kan lembaga pendidikan. Jadi, anak-anak muda ini harus serius belajar, supaya pinter. Nanti, kalau udah pinter, kita sama-sama membangun bangsa ini,” pesannya.
KH Abdul Hakim juga menegaskan pentingnya pemimpin yang memiliki wawasan luas, dan mampu menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
"Betul, betul. Semua masalah harus diselesaikan dengan pikiran yang tenang. Jangan emosi, jangan dengan apa segala macam. Kalau ilmunya cukup, Insya Allah orang akan tenang,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya