Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kecam Serangan Israel Saat Ramadan, PBB Siapkan Tim Khusus Bela Palestina
Rabu, 19 Maret 2025 19:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Bulan Bintang (PBB) Gugum Ridho Putra merasa prihatin atas kembali jatuh korban warga sipil Palestina akibat serangan Israel pada Selasa (18/3/2025). Tercatat, sudah 404 warga Palestina gugur atas serangan ini.
“Warga Palestina yang baru menikmati ketenangan selama dua bulan tiba-tiba kembali dipaksa hidup dalam ketakukan suasana perang yang tiada akhir,” ujar Gugum, Rabu (19/3/2025).
Sang Ketum menyayangkan, peristiwa yang disebutnya ironi kemanusiaan ini terus berlanjut di Bumi Para Nabi. Serangan ini terjadi akibat kebuntuan pertukaran tawanan antara Israel dan Hamas. Padahal, sempat terjadi gencatan senjata yang menciptakan kedamaian sesaat.
“Suasana damai yang dinikmati warga sipil Palestina dalam dua bulan terakhir adalah hasil dari perundingan para pihak dan bukan hasil dari peperangan," ujarnya.
Baca juga : Sultan Minta Pemerintah Indonesia Desak PBB Sanksi Israel
Gugum berharap, usaha-usaha untuk meneruskan perundingan dan mencegah kelanjutan perang antara Israel dan Hamas harus lebih diutamakan demi menghentikan jatuhnya korban sipil yang lebih banyak lagi.
Dalam pernyataannya, Gugum menjelaskan situasi konflik Israel dan Palestina adalah situasi yang tidak berimbang. Posisi Israel sebagai negara berdaulat memiliki seluruh kelengkapan yang menempatkan posisi dominan.
Sementara Palestina, dalam posisi tidak berimbang akan selalu menjadi korban kesewenangan baik intimidasi, eksploitasi dan standar ganda. Nyawa warga sipil berjatuhan begitu saja seolah dianggap tidak bernilai.
Sontak, Sang Ketum mengimbau negara-negara mayoritas muslim seluruh dunia memperbaiki komitmen terhadap kemerdekaan bangsa Palestina dan diikuti oleh partai-partai politik di masing-masing negara.
Baca juga : Ramah Lingkungan, Ini Komitmen Nyata BRI Terapkan Prinsip ESG Bisnis Berkelanjutan
“Karena, partai politik, khususnya yang bernafaskan Islam dapat memberikan usulan-usulan melalui wakilnya yang duduk di Pemerintahan untuk bisa ditindaklanjuti sebagai kebijakan di negara masing-masing,” sarannya.
Alhasil, Gugum menjelaskan pihakya terus berupaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Termasuk, memperbaiki komitmen terhadap nasib bangsa Palestina dengan membentuk satu struktur di bawah Wakil Ketua Umum Bidang Khusus yang dinamakan Ketua Bidang Isu Palestina, Keumatan dan dunia Islam.
Struktur ini, nantinya akan membentuk dan memimpin sebuah Tim Khusus yang bertujuan membantu Pemerintah Republik Indonesia mengkaji dan merumuskan usaha-usaha persiapan untuk Kemerdekaan Palestina.
Dirincikannya, Tim Khusus bentukan PBB ini akan bekerja membantu Pemerintah RI. Yaitu, pertama, menentukan positioning atau posisi strategis Indonesia terhadap konflik Israel dan Palestina.
Baca juga : ESQ Kemanusiaan Cs Gelar Ramadan Bersama Difabilitas
Kedua, menentukan peace offering atau usulan-usulan perdamaian yang efektif dari Indonesia utamanya untuk menjabarkan two states solution (solusi dua negara) seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo tahun lalu.
Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, katanya, Indonesia tidak hanya memiliki posisi yang sangat strategis mewakili suara umat islam di dunia, tetapi juga menyandang tanggung jawab amanah yang sangat besar untuk berperan aktif menyuarakan nasib saudara-saudara muslim di Palestina dan berbagai belahan dunia.
“Kami sadar akan amanah dan tanggung jawab yang besar itu, maka dari itu Partai Bulan Bintang berkomitmen untuk membantu Pemerintah Republik Indonesia untuk bersuara mengomandoi pesan-pesan damai Islam yang rahmatan lil alamin,” tandas Gugum.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya