Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan pernyataan Mardani Ali Sera terkait kekhawatiran munculnya "Matahari Kembar" di pemerintahan bukan sikap resmi partai. Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri menekankan, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi Mardani.
“Statement Pak Mardani soal 'Matahari Kembar’ adalah pernyataan pribadi. Tidak mewakili PKS,” kata Mabruri dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (15/4/2025).
Baca juga : KPK Jelaskan Peran Mantan Menteri Desa
Kalau ingin dilanjut ke paragraf berikut atau diberi versi yang lebih tajam/singkat, bisa juga aku bantu.
Mabruri menjelaskan, Mardani saat ini tidak lagi menjabat dalam struktur DPP PKS. Sejak awal 2024, Mardani sudah tidak menjabat sebagai Ketua DPP dan tidak lagi terlibat dalam pengambilan keputusan politik di tingkat pusat.
Baca juga : Cerai Bukan Karena Masalah Keyakinan
"Pak Mardani sejak awal 2024 bukan Ketua DPP PKS lagi. Jadi, beliau tidak masuk dalam lingkar pengambil kebijakan politik di DPP," ujar Mabruri.
Sebagai anggota DPR, lanjut Mabruri, Mardani kini difokuskan untuk menjalankan tugasnya di legislatif, terutama sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP). “Pak Mardani bekerja sesuai tupoksi beliau di BKSAP dan komisi tempat beliau ditugaskan,” jelasnya.
Baca juga : Berkat Pemberdayaan BRI, Pengusaha Kue Ini Semakin Berkembang
Sebelumnya, Mardani menyampaikan pandangannya soal dinamika hubungan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh Jokowi. Ia menilai, secara pribadi, Prabowo tidak akan keberatan jika menteri-menterinya kelak bertemu atau berkoordinasi dengan Jokowi. Namun, Mardani mengingatkan agar tidak terjadi dualisme kepemimpinan dalam pemerintahan mendatang.
“Ini pesan saya cuma satu, jangan ada Matahari Kembar. Satu matahari saja sudah berat, apalagi kalau dua,” kata Mardani dalam sebuah kesempatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya