Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kawal Program Prioritas Presiden, Gerindra Sisir Rantai Pasok dan Dapur MBG
Rabu, 6 Mei 2026 20:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kader Partai Gerindra tancap gas mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari rantai pasok hingga dapur produksi makanan.
Anggota Fraksi Gerindra DPR Melly Goeslaw meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandung, yakni SPPG Margacinta Kota Bandung dan SPPG Margahayu, Kabupaten Bandung, Rabu (6/5/2026).
"Kami ingin memastikan efektivitas program pemenuhan gizi, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan DPR," katanya.
Melly menegaskan, isu gizi tidak bisa dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan. Dia mengatakan, Indonesia Emas 2045 menjadi sulit dicapai jika persoalan gizi masih terabaikan.
"Ini fondasi membangun generasi sehat, cerdas, dan kompetitif,” tegasnya.
Baca juga : UMKM Dan Ekraf Sinergi Entaskan Kemiskinan
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I itu mengecek langsung operasional layanan, mulai dari fasilitas dapur, proses distribusi, hingga kualitas makanan. Dia juga sempat mencicipi menu yang disajikan kepada penerima manfaat, serta berdialog dengan pengelola dan masyarakat.
"Saya mengapresiasi kerja para petugas SPPG, tapi memang ada sejumlah hal yang perlu diperkuat," katanya.
Di antaranya, kata Melly, kapasitas layanan yang masih terbatas, kebutuhan peningkatan sarana-prasarana, penambahan tenaga pelaksana, serta pentingnya validasi data penerima manfaat agar program tepat sasaran.
“Program ini jangan sekadar simbolis. Harus kuat dari sisi anggaran, infrastrukturnya memadai, datanya akurat, dan dampaknya terukur,” ujarnya.
Politisi dari kalangan artis ini juga menegaskan, program pemenuhan gizi bukan sekadar bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang negara dalam pembangunan sumber daya manusia. Melly juga mengingatkan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keadilan akses gizi bagi seluruh anak bangsa.
Baca juga : Gelar Program Berhadiah, Ichitan Hadirkan Undian Sistem QR
“Jangan sampai ada anak kehilangan masa depan hanya karena kekurangan gizi. Ini soal keadilan sosial,” tandasnya.
Pengawasan serupa dilakukan kader Gerindra Yuliansyah, di Pontianak, Kalimantan Barat. Anggota Komisi V DPR itu melakukan inspeksi langsung ke SPPG Mariana dan sekolah penerima manfaat, Senin (4/5/2026).
Yuliansyah mengatakan, pengawasan difokuskan pada tiga hal utama. Yaitu, kandungan gizi sesuai standar, higienitas proses produksi, dan keamanan konsumsi makanan.
“Penyaluran makanan harus terjamin mutu dan kesterilannya, agar aman dikonsumsi anak-anak,” tegas Yuliansyah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Teladan 1 Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan, program MBG mulai dilirik dunia internasional. Bahkan, sejumlah negara belajar dari Indonesia. Dia mengatakan, tidak banyak negara bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu.
Baca juga : Selebrasi 25 Tahun President University: Perkuat Identitas Pencetak Pemimpin Dunia
“Banyak negara belajar MBG ke kita,” kata Prabowo saat groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Presiden memastikan, program MBG akan terus dilanjutkan dan disempurnakan, meski masih terdapat kekurangan. Menurutnya, program MBG membuka kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Setiap desa, kata dia, akan memiliki dapur dan SPPG sebagai bagian dari ekosistem program.
“Kalau ada kekurangan, kita perbaiki. Yang jelas, program ini sudah memberi dampak nyata, termasuk bagi petani dan nelayan,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya