Dark/Light Mode

Program Latsarmil Dievaluasi

Gerindra Pastikan Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan

Rabu, 1 Juli 2026 06:50 WIB
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso. (Foto: Dok. Gerindra)
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dievaluasi.

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima peserta dalam Program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). 

"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini," kata Sugiat di Jakarta, Selasa (30/6/2026). 

Namun, Sugiat menegaskan, insiden tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tanpa menghilangkan tujuan besar pemberdayaan masyarakat yang sedang dijalankan Pemerintah. 

Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu mengingatkan, keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program Pemerintah. Dia meminta Pemerintah memperkuat standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan kegiatan. 

Baca juga : Instruksikan Kader Bantu Rakyat, PAN Ingin Birukan Sulsel

"Peristiwa ini harus dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan program semakin baik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," imbuhnya. 

Menurut Sugiat, pembenahan harus dilakukan di seluruh tahapan penyelenggaraan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga sistem pengawasan di lapangan. Dia berharap, setiap program Pemerintah berjalan secara profesional. 

"Karena itu, standar operasional harus diperkuat, mitigasi risiko diperjelas, dan pengawasan di lapangan harus lebih optimal, termasuk pendataan kondisi calon peserta sebelum mengikuti kegiatan," ujarnya. 

Sugiat juga meminta Pemerintah hadir memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta menangani kasus tersebut secara terbuka. Pemerintah, kata dia, harus memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan, perhatian, serta seluruh hak yang menjadi tanggung jawab negara. 

"Negara tidak boleh abai. Penanganan kasus ini juga harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel agar masyarakat memperoleh kejelasan," tegasnya. 

Baca juga : Himbara Siap Tancap Gas Salurkan Kredit

Meski meminta evaluasi total, Sugiat menegaskan, insiden tersebut tidak boleh menghambat pelaksanaan program strategis Presiden, yakni Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. 

Menurutnya, kedua program itu memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong kemandirian ekonomi rakyat. 

"Program ini tetap harus dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," katanya. 

Sugiat menekankan, yang perlu diperbaiki adalah mekanisme pelaksanaan, bukan menghentikan program. Dia mengatakan, kalau ada kekurangan dalam pelaksanaan, tentu harus diperbaiki. Tetapi semangat membangun desa, memperkuat koperasi, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan jangan sampai berhenti. 

"Justru kita harus memastikan seluruh rangkaian program dilaksanakan dengan standar keselamatan yang lebih tinggi dan tata kelola yang semakin baik," ujarnya. 

Baca juga : Sertifikasi ISO Jadi Kebutuhan Utama IKM

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro memastikan program Latsarmil tetap dilanjutkan meski akan dievaluasi secara menyeluruh menyusul meninggalnya lima peserta pelatihan calon Manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. 

"Pemerintah akan mengambil langkah-langkah perbaikan dalam proses pendidikan dan pelatihan Manajer Koperasi Merah Putih. Masukan dari masyarakat dan berbagai pihak akan menjadi bahan evaluasi agar proses pelatihan ini menjadi lebih baik," kata Juri di Jakarta, Selasa (30/6/2026). 

Juri menegaskan, pelatihan tetap berjalan karena para manajer koperasi dibutuhkan untuk segera bertugas di berbagai daerah. Dia menjelaskan, Latsarmil tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan manajerial dalam mengelola koperasi, tetapi juga memberikan pembinaan mental, ideologi, serta memperkuat komitmen kebangsaan. 

"Pemerintah memastikan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan Latsarmil ke depan semakin baik dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan peserta," tandasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.