Dark/Light Mode

Biden Layangkan Kritik Keras

Narsis Dan Korup, Trump Nggak Mampu Pimpin AS

Rabu, 1 Juli 2026 06:10 WIB
Donald Trump dan Presiden Joe Biden dalam debat calon presiden di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, 27 Juni 2024. Foto: Reuters/Brian Snyder.
Donald Trump dan Presiden Joe Biden dalam debat calon presiden di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, 27 Juni 2024. Foto: Reuters/Brian Snyder.

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan kritik habis-habisan kepada Presiden Donald Trump. Dalam pidato di depan kader Partai Demokrat, Biden menyebut Trump sebagai narsistis, korup dan tidak becus memimpin negara.

Kata-kata pedas itu disampaikan Biden saat menghadiri acara penggalangan dana Partai Demokrat di Maryland, Sabtu (27/6) malam waktu setempat. Pernyataan tersebut dikutip CNN dan Anadolu Agency, Senin (29/6/2026).

Biden menuding Trump lebih sibuk memuaskan ego ketimbang mengurus kepentingan rakyat. Dia menyinggung berbagai proyek Trump yang diklaim hanya untuk mengagungkan diri sendiri. Mulai dari rencana membangun ballroom di Gedung Putih hingga mencantumkan namanya di Kennedy Center.

“Bukan hanya merobohkan Sayap Timur Gedung Putih demi membangun ballroom, mencantumkan namanya di Kennedy Center, membangun gapura untuk menghormati dirinya sendiri. Bahkan mempekerjakan tukang kolam renang pribadinya untuk memperbaiki kolam refleksi. Wah! Benar-benar pecundang,” kritik Biden.

Menurut Biden, persoalan Pemerintahan Trump bukan hanya soal narsisme dan ketidakmampuan memimpin. “Yang lebih buruk adalah korupsi. Korupsi yang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa rasa malu. Korupsi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Pemerintahan Amerika,” semprotnya lagi.

Baca juga : Aurelie Moeremans, Terpukul Ikuti Kasus Penganiayaan Wanita

Biden juga mengecam rencana Trump yang disebut ingin memberikan kompensasi kepada para pelaku kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021.

“Yang membuat saya marah adalah Trump ingin memberikan uang wajib pajak kepada para pelaku pemberontakan 6 Januari. Mereka tidak pantas mendapat kompensasi. Mereka pantas dipenjara untuk waktu yang sangat, sangat lama,” tegasnya.

Selain isu dalam negeri, Biden turut menyoroti hubungan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan kebijakan luar negeri Washington DC di bawah kepemimpinan Trump.

Menurut Biden, Trump telah merusak hubungan dengan sekutu-sekutu AS di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan merusak pamor Negeri Paman Sam di mata internasional.

“Dia telah menurunkan posisi kita di dunia lebih dari presiden mana pun dalam sejarah,” kata Biden.

Baca juga : Dasco Pimpin Rakor Mitigasi Ekonomi, Pemerintah & Parlemen Selaraskan Kebijakan

Pidato tersebut disampaikan ketika Partai Demokrat mulai meningkatkan konsolidasi politik menjelang pemilu sela November yang akan menjadi ajang penting bagi perebutan kendali Kongres AS.

Pidato berdurasi sekitar 10 menit itu menjadi salah satu serangan paling keras Biden terhadap Trump sejak meninggalkan Gedung Putih pada awal 2025. Meski tak lagi menjabat, Biden masih aktif turun membantu konsolidasi Partai Demokrat di sejumlah negara bagian.

Namun demikian, langkah politik Biden juga nggak bagus-bagus amat. Survei terbaru CNN-SSRS menunjukkan, tingkat kesukaan publik terhadap Biden hanya 30 persen, menjadi yang terendah sepanjang karier kepresidenannya.

Merujuk pemberitaan The Guardian, kemunculan Biden terjadi saat keluarganya lebih sering tampil di ruang publik. Istrinya, Jill Biden, menerbitkan memoar View from the East Wing pada 2 Juni lalu.

Dalam acara promosi buku itu, dia mengatakan, diagnosis kanker Biden yang diumumkan pada Mei 2025 membuat mereka melihat hidup dengan perspektif berbeda.

Baca juga : Diumumkan Airlangga, Ekonomi RI Di Jalur Positif 

Putra Biden, Hunter Biden, juga mulai menarik perhatian lewat unggahan media sosial tentang politik, kesehatan mental dan pemulihan dari kecanduan. MEL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 1 Juli 2026 dengan judul "Biden Layangkan Kritik Keras Narsis Dan Korup, Trump Nggak Mampu Pimpin AS"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.