Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PAN, Golkar, PKS Dan NasDem Sepakat
Pemilu 2029 Harus Sportif Dan Berkualitas
Sabtu, 25 Juli 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN), Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat pembahasan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu harus diarahkan untuk memperkuat kualitas demokrasi, bukan sekadar mengubah sistem pemilu.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay, seluruh partai politik (parpol) memiliki kepentingan yang sama untuk menciptakan pemilu yang sportif, jujur, dan menghasilkan kepemimpinan berkualitas. Karena itu, penyempurnaan aturan pemilu harus melibatkan partisipasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
"Pak Surya Paloh benar. Semua pasti ingin berkompetisi dengan baik dan jujur. Demokrasinya jangan hanya prosedural, tetapi harus substansial," kata Saleh, Jumat (24/7/2026).
Saleh juga mengingatkan agar seluruh partai yang lolos sebagai peserta Pemilu 2029 diperlakukan secara setara. Ruang partisipasi harus dibuka secara adil, sementara seluruh aturan hukum diterapkan tanpa diskriminasi.
"Partai-partai yang ada saat ini harus memastikan itu sejak pembahasan UU Pemilu. Berpikir jangan hanya untuk kepentingan sesaat, tetapi meletakkan dasardasar demokrasi yang maju bagi masa depan bangsa," tandasnya.
Baca juga : Garda Pemuda NasDem Siap Cetak Pemimpin Muda Berintegritas
Senada, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai momentum revisi UU Pemilu harus dimanfaatkan untuk membenahi sistem pemilu secara menyeluruh. Dia sepakat, UU Pemilu harus mampu menjamin peningkatan kualitas sistem pemilu.
"Sudah saatnya kita serius menyusun UU Pemilu," katanya.
Anggota Komisi II DPR itu mengatakan, sejumlah aspek perlu dievaluasi, mulai dari sistem pemilu, ambang batas (parliamtery threshold), besaran daerah pemilihan (district magnitude), hingga metode konversi suara menjadi kursi legislatif.
"Aturan yang lebih tegas diperlukan untuk mencegah berbagai praktik yang mencederai demokrasi, seperti politik transaksional, politik uang, dan pembelian suara," tegasnya.
Selain itu, Doli mendorong pembenahan kelembagaan penyelenggara pemilu. Dia mengusulkan mekanisme rekrutmen penyelenggara harus lebih selektif. Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) diisi figur yang berintegritas, kompeten, serta memiliki pengalaman di bidang kepemiluan.
Baca juga : Resmikan SDH Global Bali, PHG Komit Bangun Pendidikan Berkualitas
"Budaya demokrasi yang sehat juga penting untuk dibangun. Sehingga, masyarakat bisa menggunakan hak pilih secara bebas, tanpa intimidasi, tekanan, ujaran kebencian, maupun manipulasi," ujarnya.
Dukungan serupa datang dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Menurutnya, Surya Paloh menyampaikan pesan penting mengenai integritas dan etika dalam demokrasi.
Mardani mengatakan, pernyataan Surya Paloh menjadi pengingat bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga moral, etika, dan kejujuran seluruh pihak yang terlibat.
"Pak SP (Surya Paloh) orang bijak. Beliau sudah banyak makan asam garam dalam dunia politik," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan, tidak mempersoalkan model maupun sistem Pemilu 2029 selama penyelenggaraannya berlangsung secara sportif dan mampu meningkatkan kualitas demokrasi.
Baca juga : Belum Bahas Pemilu 2029, Gerindra Fokus Tuntaskan Program Kerja Prioritas
Menurut Paloh, pembahasan RUU Pemilu seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek legal formal, tetapi juga menghasilkan sistem yang memperkuat demokrasi Indonesia menjadi lebih kokoh.
"Saya pikir yang paling penting adalah bagaimana agar pemilu ini lebih mampu meningkatkan kualitas dari pemilu itu sendiri," kata Paloh di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).
Paloh menegaskan, sportivitas harus menjadi prinsip utama, baik bagi peserta maupun penyelenggara pemilu. "Kompetisi politik tidak akan berarti apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa memastikan pembahasan revisi UU Pemilu tidak akan mengganggu tahapan penyelenggaraan Pemilu 2029. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya