Dark/Light Mode

Konsolidasi Task Force Di Bengkulu

Logo Baru Singa, 2027 Hanura Siap Mengaum Tatap Pemilu

Rabu, 26 Agustus 2026 22:34 WIB
Ketua Task Force Partai Hanura Patrice Rio Capella konsolidasi dan rapat teknis tim Task Force di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Rabu (26/8/2026) malam. Foto: Hanura
Ketua Task Force Partai Hanura Patrice Rio Capella konsolidasi dan rapat teknis tim Task Force di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Rabu (26/8/2026) malam. Foto: Hanura

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Task Force Partai Hanura Patrice Rio Capella terus keliling menggelar konsolidasi di seluruh provinsi di Indonesia. Kali ini giliran Provinsi Bengkulu menggelar konsolidasi dan rapat teknis tim Task Force di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Rabu (26/8/2026) malam.

Dalam acara yang dihadiri seluruh Ketua, Sekretaris, Bendahara DPD dan DPC, serta angggota DPRD Partai Hanura se-Provinsi Bengkulu, Rio bilang, partai yang dinahkodai oleh Oesman Sapta (OSO) ini terus berbenah dan berubah menatap agenda Pemilu mendatang.

Salah satu yang berubah adalah logo partai yang kini menjadi gambar Singa. Perubahan logo, yang juga dibarengi dengan pembaruan mars, AD ART, dan struktur, dilakukan sejak awal Juli 2026 lalu, dan terus disosialisasikan selama Konsolidasi Nasional yang targetnya berlangsung hingga September 2026.

"Kita mengubah semua atribut Hanura, termasuk logo dengan new brand menjadi singa. Hanura instruksikan seluruh jajar dari pusat hingga ranting satu komando memakai branding baru ini," ucap Rio.

Hadir juga dalam kesempatan ini, jajaran tim Task Force Hanura. Seperti Sekretaris Task Force Hanurani, Bendahara Task Force Indah Sri Rejeki, anggota Ratna Ester Lumban Tobing, Yossy Indra Permana, Enny Maryani dan Che Stevan Raihan Capella.

Baca juga : Apresiasi Kinerja DPD Kalteng, Hanura Bidik 1 Kursi Senayan

Rio melanjutjan, logo singa filosofinya melambangkan kekuatan, semangat, keberanian mengambil keputusan, tangguh, dan punya daya tarung.

Dia optimistis, logo baru ini dapat menginspirasi dan memberi semangat kader dan pengurus Hanura di setiap tingkatan. Khususnya bagi para Caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2029. Berbagai pembaruan ini, sambung Rio, bukti bahwa Hanura melakukan evaluasi total.

"Perubahan logo ini dengan harapan bisa memberikan semangat kepada para kader Hanura. Singa itu simbol keberanian, wibawa, kekuatan, keseriusan. Sehingga para caleg bisa menjadi singa-singa petarung Hanura untuk menang di Pemilu 2029," harapnya.

Apakah berbagai perubahan anyar ini berpengaruh? Rio yang sudah berkeliling di 8 provinsi merasakan, kader di bawah penuh dengan semangat baru. "Mindset cara berpikir kader pun berubah. Ada keyakinan dan optimisme di kalangan kader, kita bisa bangkit kembali pada Pemilu 2029," yakinnya.

Nah, mulai saat ini, seluruh jajaran di akar rumput wajib menggunakan logo baru. Baik bendera, kop surat, papan DPC, kaos, dan sebagainya.

Baca juga : Hanura Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pelaku Karhutla

"Tapi mungkin ini perlu proses karena masih transisi memerlukan waktu pencetakan, dan sebagainya, bisa kita maklumi. Tapi mulai paling lama awal 2027, semua sudah singa. Dan singa Hanura akan keluar dari kandangnya untuk mengaum," tegas Rio semangat.

Logo Baru, Bukti Hanura Serius Menangkan Hati Rakyat

Sementara itu, Pengamat Politik dari UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, perubahan logo, mars, dan struktur Partai Hanura menunjukkan keseriusan dan totalnya partai ini menatap Pemilu 2029. Minimal lolos ke parlemen kembali.

"Hanura terlihat serius dan berbenah ingin memenangkan hati rakyat minimal lolos parlemen 2029," kata Adipray setelah ditanya awak media soal perubahan logo dan mars Hanura.

Perubahan itu, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) ini diikhtiarkan untuk memberikan suntikan semangat kepada kader Hanura untuk kerja keras merebut dukungan rakyat. Tentu ujungnya membawa pemilih menentukan pilihannya kepada partai yang kini berlogo Singa ini.

Baca juga : Nachrowi Ramli Ingatkan Kader Jangan Telat Panaskan Mesin Pemilu 2029

Adipray juga menilai positif Partai Hanura membentuk Tim Task Force (Satgas) yang dipimpin oleh Patrice Rio Capella yang kini terus keliling melakukan roadshow atau konsolidasi ke seluruh Indonesia.

Namun, dia menyarankan konsolidasi harus sampe ke tingkat paling bawah. Selain itu, konsistensi kader juga diperlukan untuk mempersiapkan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

"Rapikan dan solidkan kader sampai tingkat kecamatan hingga 100 persen. Hanura harus terus mencoba keluar dari bayang-bayang dua kali gagal di Pemilu," sarannya.

"Sekarang harus lolos ke Senayan kembali, apalagi Hanura saat ini sudah memili 525 anggota dprd provinsi, kab/kota terbanyak kedua setelah PPP di partai nonpalremen, ini modal besar. Dan konsistensi sangat penting," ingat Adipray.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.