Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella mendorong Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Presiden harus memberi sanksi tegas kepada pelaku karhutla. Rio menilai karhutla telah menjadi penyakit tahunan. Terjadi pada periode Agustus hingga Oktober. Harusnya, menurut Rio, dapat diantisipasi lebih awal.
"Hampir setiap tahun terjadi karhutla, tinggal besar atau kecil. Seharusnya bisa diantisipasi, baik oleh pemerintah daerah, masyarakat, maupun pemerintah pusat," kata Rio usai memimpin Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura tingkat DPC se-Provinsi Kalimantan Tengah di Hotel M Bahalap, Palangkaraya, Senin (24/8/2026).
Dia mengaku prihatin karena karhutla di Indonesia kerap berdampak terhadap negara tetangga. Bahkan, kata dia, asap karhutla pernah menyebabkan sejumlah sekolah di Malaysia diliburkan.
Baca juga : Komisi III DPR Dukung Polri Bongkar Aktor Utama Karhutla
"Kalau kemudian menjadi isu nasional, bahkan sampai 15 sekolah di Malaysia diliburkan karena asap ini, menurut saya ketika hal ini terus terjadi, ini bisa menggambarkan cerminan wajah Indonesia di mata luar negeri," ujarnya.
Karena itu, Rio meminta pemerintah melakukan langkah pencegahan lebih serius agar karhutla tidak melulu menjadi persoalan tahunan. Dia juga meminta masyarakat turut menjaga lingkungan. Tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kalau penyebabnya berasal dari pengusaha hutan, Presiden harus memberikan sanksi keras terhadap para pelaku karhutla di Kalimantan ini. Kalau mereka melakukan itu dan terbukti hanya untuk kepentingan korporasi, menurut saya mereka pantas diberikan tindakan yang cukup keras," tegasnya.
Rio menengarai terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu karhutla. Mulai dari kondisi kemarau hingga pembakaran yang dilakukan secara sengaja untuk membuka atau membersihkan lahan.
Baca juga : Wayan Sudirta Dorong Bareskrim Sikat Aktor Intelektual Karhutla
"Kalau itu terjadi dan pemerintah menemukan adanya pelaku pembakaran, saya pikir kita akan mendukung Presiden Prabowo untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku karhutla yang telah merugikan negeri ini, merugikan bangsa ini, dan merugikan masyarakat Kalimantan sendiri," tekan Ketua Tim Task Force DPP Hanura itu.
Dia meminta langkah penindakan tidak berhenti pada pernyataan. Akan tetapi, benar-benar diwujudkan melalui proses hukum dan pencegahan di lapangan.
"Yang paling penting sekarang adalah masyarakat menunggu apakah ada tindakan keras terhadap pelaku karhutla atau tidak. Jangan sampai nanti Presiden menyatakan akan mengambil tindakan tegas, tetapi sampai selesai ternyata tindakan tegasnya tidak ada," pungkas Rio.
Adapun kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura turut dihadiri Sekretaris Tim Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, dua anggota Task Force Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing, serta Ketua DPD Hanura Kalteng, Heriadi.
Baca juga : Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
Diketahui, Bareskrim Polri total menetapkan 72 tersangka dalam kasus karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, Moh. Irhamni mengatakan, jumlah 89 laporan polisi (LP) yang diterbitkan 9 Polda. Masing-masing yakni, Polda Riau, Polda Polda Kalbar, Polda Sumsel, Polda Jambi, Polda Kalteng, Polda Kalsel, Polda Kaltim, Polda Alceh, dan Polda Kaltara.
"Kesembilan Polda ini telah melaksanakan kegiatan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka kurang lebih yang sudah ditetapkan adalah 72 orang tersangka perorangan," sebut Irhamni dalam jumpa pers di Bareskrim, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya