Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Rumah Pengasingan Di Bengkulu
Hanura Hidupkan Api Semangat Bung Karno
Jumat, 28 Agustus 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura mengunjungi rumah pengasingan Presiden RI Pertama, Soekarno (Bung Karno), di Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8/2026). Kunjungan itu dilakukan di sela konsolidasi dan rapat teknis tim Task Force dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura se-Provinsi Bengkulu.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan, Hanura mendatangi rumah Bung Karno untuk melihat jejak perjalanan dan perjuangan sang proklamator. Menurutnya, kegiatan itu tak sekadar bertujuan melihat sejarah perjuangan bangsa, tapi menghidupkan api semangat Bung Karno kepada seluruh kader.
“Kami ingin mengingat bagaimana perjuangan Bung Karno ketika dibuang dari Parapat, Ende, hingga sampai ke Bengkulu,” ujar Rio di rumah yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu, Kamis (27/8/2026).
Wakil Ketua Umum DPP Hanura itu menilai, ada satu hal yang hingga kini tidak pernah padam dari Bung Karno, yakni api semangat perjuangan. Api semangat yang tidak pernah padam itu, sambung Rio, ingin dihidupkan oleh para kader partai yang dinahkodai Oesman Sapta (OSO).
“Kami ingin, api semangat kader Hanura untuk membesarkan partai juga tidak pernah padam,” tegasnya.
Baca juga : Kolaborasi Ekosistem BUMN Dukung Program 3 Juta Rumah
Selain itu, lanjut Rio, Hanura juga ingin menghidupkan ajaran Bung Karno tentang nasionalisme kebangsaan, yang harus dipegang teguh dalam kondisi apa pun. Dia memastikan, nasionalisme kebangsaan juga menjadi semangat Hanura dalam membesarkan organisasi, membangun daerah, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kepada kader Hanura, teruslah belajar dari perjuangan Bung Karno. Kita harus terus berjuang agar perjalanan bangsa ini menjadi lebih baik, sesuai cita-cita Bung Karno,” pungkasnya.
Dalam kunjungan ke tempat tinggal Bung Karno saat diasingkan pemerintah kolonial Belanda tahun 1938 hingga 1942 itu, Rio dan tim Task Force Hanura melihat ruang kerja Bung Karno, kamar tidur, hingga membasuh muka dengan air sumur di belakang rumah.
Sebelumnya, Task Force DPP Hanura menggelar konsolidasi dan rapat teknis dengan DPD dan DPC atau pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Rabu (26/8/2026) malam. Dalam kegiatan itu, Rio menegaskan, Hanura akan terus berbenah dan melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi Pemilu mendatang.
Salah satu yang berubah, kata Rio, adalah logo partai yang kini menjadi gambar singa. Menurutnya, perubahan itu juga dibarengi dengan pembaruan mars, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta struktur yang dilakukan sejak awal Juli 2026 lalu.
Baca juga : Tawarkan DP 1 Persen Cicilan Mulai Rp 1 Juta
“Kita mengubah semua atribut Partai Hanura, termasuk logo dengan new brand menjadi singa. Seluruh jajaran, mulai dari tingkat pusat hingga ranting, satu komando memakai branding baru ini,” ujarnya.
Rio menjelaskan, filosofi logo singa melambangkan kekuatan, semangat, keberanian mengambil keputusan, tangguh, dan mempunyai daya tarung. Dia meyakini, logo baru itu bisa menginspirasi dan memberi semangat kepada seluruh kader dan pengurus Hanura di setiap tingkatan.
“Berbagai pembaruan ini menegaskan, Hanura melakukan evaluasi total. Kami berharap, berbagai pembaruan ini bisa memberi tambahan semangat kepada para kader, khususnya para calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung di Pemilu 2029,” cetusnya.
Rio menambahkan, Tim Task Force DPP Hanura sudah berkeliling ke delapan provinsi untuk mengukur dampak dari berbagai pembaruan itu. Dia mengungkapkan, perubahan logo dan berbagai pembaruan yang dilakukan sukses membakar semangat perjuangan para kader.
“Bahkan, cara berpikir para kader juga ikut berubah. Selain lebih optimistis, mereka juga memiliki keyakinan untuk menghadapi dan memenangkan Pemilu 2029,” tandasnya.
Baca juga : SDA Harus Dimanfaatkan Untuk Kemakmuran Rakyat
Sementara itu, Pengamat Politik dari UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai, perubahan logo, mars, dan struktur Hanura menunjukkan keseriusan dan totalitas dalam menghadapi Pemilu 2029.
“Hanura terlihat serius dan berbenah untuk memenangkan hati rakyat,” ujarnya.
Perubahan itu, lanjut Adi, diikhtiarkan untuk memberi suntikan semangat kepada para kader, agar mereka terus melakukan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat. Dia juga menilai positif pembentukan Tim Task Force yang terus melakukan konsolidasi ke seluruh Indonesia.
“Konsolidasi yang dilakukan harus sampai ke tingkat paling bawah. Hanura memiliki 525 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, yang menjadikan mereka sebagai partai nonparlemen dengan modal besar untuk lolos ke Senayan pada Pemilu mendatang,” tuturnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya