Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Inggris Vs Spanyol, Kenangan Final Euro 2024
- Jelang GP Azerbaijan, McLaren Rombak MCL40
- Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman, Kemenimipas Investigasi Lapas Cibinong
- ASDP Hadir Dalam Duka Sampaikan Tali Kasih Bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu I
- Safrizal Dorong Penguatan NTPD 112: Bukan Sekadar Nomor, Tapi Kecepatan Respons
Partai Ummat Kukuhkan Pengurus Baru, Heikal Safar Jadi Ketua Harian
Sabtu, 26 September 2026 21:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Ummat mengukuhkan susunan pengurus baru Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat periode 2025–2030.
Dalam struktur baru tersebut, Heikal Safar dilantik sebagai Ketua Harian, sementara Ir. H. Ansufri Idrus Sambo ditetapkan sebagai Ketua Umum.
Pengukuhan pengurus baru tersebut dilakukan dalam agenda deklarasi dan konferensi pers di Grand Cafe, Hotel Grand Hyatt Jakarta, Jalan M.H. Thamrin Kav. 28–30, Menteng, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Penataan kepengurusan baru dilakukan menyusul dinamika internal serta restrukturisasi organisasi di tingkat pusat.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal Taufik Hidayat mengajukan pengunduran diri karena kendala pembagian waktu.
Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar mengatakan, setelah pengunduran diri tersebut, Majelis Syura Partai Ummat yang dipimpin Prof. Dr. Muhammad Amien Rais melakukan penataan kepengurusan dan menunjuk Ansufri Idrus Sambo sebagai Ketua Umum serta Muhammad Sadiq bin Talib sebagai Sekretaris Jenderal.
Untuk memperkuat struktur organisasi, DPP Partai Ummat kemudian menetapkan Heikal Safar sebagai Ketua Harian.
Posisi tersebut memiliki peran dalam menggerakkan operasional partai sekaligus mendukung proses konsolidasi nasional menuju Pemilu 2029.
Heikal mengatakan, agenda jangka pendek setelah pengukuhan kepengurusan baru adalah melakukan konsolidasi nasional, mulai dari jajaran pengurus pusat hingga pengurus di daerah.
Baca juga : Partai Ummat Hadiri HUT Demokrat, Dorong Sinergi Partai Politik
Konsolidasi tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi, menggerakkan mesin partai, serta memperluas jaringan kerakyatan di berbagai daerah.
“Agenda utama jangka pendek ke depan adalah mengukuhkan susunan fungsionaris baru DPP Partai Ummat dalam rangka konsolidasi nasional jajaran pengurus pusat hingga pengurus di daerah guna memanaskan mesin partai dan memperkuat jaringan kerakyatan,” ujar Heikal.
Sementara itu, dalam pidato politiknya, Ketua Umum DPP Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo mengatakan, pengukuhan pengurus baru bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi.
Menurut dia, perubahan juga harus diikuti dengan perubahan cara berpikir, cara kerja, dan cara berjuang.
“Susunan struktur pengurus baru di tubuh DPP Partai Ummat periode 2025–2030 bukan hanya orang-orang yang tertulis dari susunan saja yang berubah, tetapi juga cara berpikirnya, cara kerjanya, cara berjuangnya pun harus lebih baik dari yang sebelumnya,” kata Ansufri.
Dia mengatakan, Partai Ummat perlu mengubah budaya mencari jabatan menjadi budaya pengabdian, baik di internal partai maupun ketika para kader nantinya berada di pemerintahan daerah hingga pemerintahan Republik Indonesia.
“Oleh karena itu, saya selaku Ketua Umum DPP Partai Ummat mengajak, mari Ibu dan Bapak pengurus baru DPP Partai Ummat, yang mencari jabatan kita ganti menjadi budaya yang baru, yaitu budaya pengabdian kepada Allah subhanahu wa taala,” ujarnya.
Ansufri juga mengajak jajaran pengurus mengubah budaya menunggu menjadi budaya bekerja. Selain itu, dia mendorong perubahan dari ketergantungan kepada tokoh menjadi penguatan nilai dan sistem.
Dia juga menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan partai atau organisasi dibanding kepentingan kelompok.
Baca juga : Gus Kikin Pimpin PBNU, Partai Ummat Sampaikan Ucapan Selamat
“Dari saling menyalahkan menuju budaya saling memperbaiki. Kepengurusan yang baru ini harus berarti kerja sama yang lebih baik, bukan sekadar susunan pengurus baru DPP Partai Ummat yang berbeda atau yang baru,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ansufri juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Majelis Syura Partai Ummat, termasuk Ketua Majelis Syura Prof. Dr. Muhammad Amien Rais, MS Ka'ban selaku Wakil Ketua Majelis Syura, Kiai Haji Fahrur Ridwan, serta anggota Majelis Syura yang hadir.
Selanjutnya, MS Ka'ban membacakan susunan pengurus baru DPP Partai Ummat berdasarkan Keputusan Majelis Syura Partai Ummat Nomor 59 Tahun 2026 tentang Susunan Struktur Pengurus Baru DPP Partai Ummat Periode 2025–2030.
Adapun susunan pengurus tersebut yakni:
- Prof. Dr. Muhammad Amien Rais, MA sebagai Ketua Majelis Syura Partai Ummat.
- MS Ka'ban sebagai Wakil Ketua Majelis Syura Partai Ummat.
- Ir. H. Ansufri Idrus Sambo sebagai Ketua Umum Partai Ummat.
- Heikal Safar, SH sebagai Ketua Harian DPP Partai Ummat.
- Muhammad Sadiq bin Talib sebagai Sekretaris Jenderal Partai Ummat.
Baca juga : Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat, Ansufri Sambo Jadi Plt
- Sri Esti S. Apung, SH sebagai Bendahara Umum Partai Ummat.
- Dr. Buni Yani sebagai Ketua Komisi Komunikasi Publik DPP Partai Ummat.
- Nofalia Heikal Safar sebagai Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi DPP Partai Ummat.
Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 18 September 2026 oleh Prof. Dr. Muhammad Amien Rais selaku Majelis Syura DPP Partai Ummat.
Pengukuhan pengurus baru ditandai dengan penandatanganan surat keputusan serta pemasangan PIN oleh MS Ka'ban selaku Wakil Ketua Majelis Syura Partai Ummat.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Partai Ummat menyatakan akan melanjutkan konsolidasi organisasi dan mempersiapkan struktur partai menghadapi agenda politik nasional, termasuk Pemilu 2029.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya