Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara Penyakit Menular Dan Stunting
Gerindra Kawal Pemerataan Akses Kesehatan Masyarakat
Minggu, 1 November 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR, Putih Sari menyoroti sejumlah tantangan di sektor kesehatan. Mulai dari penyakit menular dan tidak menular, persoalan gizi dan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga ketimpangan akses pelayanan serta keterbatasan tenaga kesehatan di sejumlah daerah.
“Kita sampai dengan hari ini masih menghadapi berbagai tantangan di dunia kesehatan. Berbagai persoalan tersebut tidak cukup diatasi hanya dengan memperluas layanan pengobatan,” kata Putih saat membuka Kongres Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Putih mendorong Pemerintah memperkuat sistem kesehatan yang mengedepankan pencegahan penyakit dan deteksi dini. Sekaligus juga, kata dia, program untuk memastikan pelayanan kesehatan berkualitas dapat diakses secara merata.
“Berbagai persoalan yang kita hadapi sekarang ini tidak cukup diatasi hanya dengan memperluas layanan pengobatan,” ujarnya.
Baca juga : KDM Bertekad Beri Pelayanan Optimal Bagi Masyarakat Jabar
Dia menyebutkan tantangan yang dihadapi sektor kesehatan sekarang ini. Mulai dari penyakit menular dan tidak menular, persoalan gizi dan stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga ketimpangan akses pelayanan serta keterbatasan tenaga kesehatan di sejumlah daerah.
Putih menegaskan, pembangunan kesehatan merupakan salah satu fondasi penting pembangunan bangsa sekaligus hak dasar setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Dia mengatakan, amanat UUD 1945 menggarisbawahi hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan serta kewajiban negara menyediakan fasilitas kesehatan yang layak.
Pembangunan kesehatan, lanjut Putih, tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas dan penyediaan layanan medis. Lebih dari itu, Pemerintah harus memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat, tanpa memandang lokasi tempat tinggal maupun kondisi sosial dan ekonomi.
“Pembangunan kesehatan harus bisa memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia di mana pun mereka tinggal, apa pun kondisi sosialnya, ekonominya, itu harus memiliki kesempatan yang adil untuk bisa hidup sehat,” tegasnya.
Baca juga : Keselamatan Penyeberangan Kunci Kelancaran Logistik Jawa-Sumatera
Selain itu, Putih mengingatkan perubahan iklim turut menambah kompleksitas tantangan kesehatan di Indonesia. Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, transformasi sistem kesehatan nasional harus dilakukan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
“Diharapkan ada penguatan sistem kesehatan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Upaya pemerataan layanan kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, bebas dari kelaparan, serta mampu menjamin kesehatan dan masa depan setiap anak.
Komitmen itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.
Baca juga : Fasilitas Transportasi Umum Jakarta Butuh Pembenahan
Kala itu, Prabowo mengungkapkan tekad untuk mengabdi dan membela bangsa telah tumbuh sejak dirinya masih muda. Pada usia 18 tahun, dia telah berkomitmen mencurahkan tenaga dan hidupnya demi kehormatan negara serta kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Saya dari kecil, saya disumpah. Saya siap waktu itu, 18 tahun, saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia sejahtera, tidak ada orang lapar di Indonesia,” katanya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, kesejahteraan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan setiap keluarga memperoleh pelayanan kesehatan dan setiap anak mendapatkan asupan makanan yang cukup sebelum berangkat sekolah.
“Tidak ada Bapak dan Ibu yang bingung kalau anaknya sakit. Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan,” ujarnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya