Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Wamenkeu ke Penerima Beasiswa LPDP: Saya Tunggu Kontribusi Anda
- Pakar Hukum: Bantahan Ferry Boboho Jadi Tantangan Berat bagi JPU
- ACFFEST 2026, KPK Ajak Masyarakat Melawan Korupsi Lewat Film
- Korlantas Polri: Informasi Pembuatan SIM Gratis 2026 Hoax!
- BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Rp921,6 M kepada 507 Ribu Penerima
Bisa Jadi Motif Mengarah Makar
Sekjen Gerindra Sebut Penyadapan Presiden Sebagai Pembangkangan Terhadap Negara
Rabu, 4 November 2026 15:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekjen Partai Gerindra Sugiono menyebut penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara lainnya oleh Jenderal LSP bersama dua Perwira Tinggi (Pati) aktif Polri berinisial ASN dan EHS sebagai bentuk pembangkangan terhadap negara. Sugi bilang, ketiga Pati Polri yang saat ini telah ditahan, menyadap pihak yang memiliki kedudukan lebih tinggi di pemerintahan.
Dalam kasus ini, satu orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.
Baca juga : SBY Prihatin Kondisi Politik RI: Kok Jadi Begini Negara Kita?
"Penyadapan yang dilakukan kepada Presiden oleh institusi yang berada di bawah beliau, kalau saya sih berpendapat ini merupakan suatu bentuk insubordinasi. Bisa jadi, ditemukan motif-motif yang mengarah makar kepada Presiden," kata Sugi usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Sugi yang saat ini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto beserta jajarannya dalam menangani kasus ini.
Baca juga : Siapa Otak Penyadapan Prabowo? Mensesneg: Tunggu Waktunya
"Tentu saja kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk bisa mengetahui lebih lanjut. Tapi sekali lagi, ini merupakan sesuatu yang sangat-sangat disayangkan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sugi meminta seluruh unsur pemerintahan tetap mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo, agar pelaksanaannya memberikan manfaat nyata untuk masyarakat.
Baca juga : LSP Dicopot dari Kursi KSP, Bintang Mahaputera Belum Dicabut
“Berbagai agenda transformasi bangsa yang sedang dijalankan merupakan amanah besar yang harus terus kita kawal bersama, sehingga Indonesia menjadi negara yang merdeka, maju, berdaulat, adil, dan makmur," tutur Sugiono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya