Dark/Light Mode

Tumbuh 5,47 Persen

Ekonomi RI Tertinggi Di Antara Negara G20

Jumat, 6 November 2026 08:14 WIB
Foto: BPS
Foto: BPS

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada kuartal III-2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi sejumlah negara G20.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Moh. Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5,04 persen.

Menurut Edy, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 2,62 persen pada triwulan III-2026. Pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan triwulan III tahun sebelumnya yang mencapai 4,89 persen.

Kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2026 terutama didorong oleh kenaikan nilai transaksi barang dan jasa secara daring, peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi.

Baca juga : Hari Ini Jokowi Bersaksi, PN Jaktim Dijaga 3 Lapis

Selain konsumsi rumah tangga, komponen lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang tumbuh solid sebesar 6,06 persen. Hal ini mencerminkan pertumbuhan investasi, baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen, jauh di atas pertumbuhan pada triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,66 persen. Hal ini sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai, terutama untuk gaji dan tunjangan ASN, serta belanja barang dan jasa, khususnya belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat empat sektor utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB triwulan III-2026, yaitu industri pengolahan sebesar 1,20 persen, perdagangan 0,94 persen, konstruksi 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi 0,49 persen.

Secara regional, pada triwulan III-2026, wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Jawa, serta Sulawesi mampu tumbuh di atas angka pertumbuhan nasional. Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,08 persen, diikuti Jawa sebesar 5,84 persen dan Sulawesi 5,68 persen.

Baca juga : Penyadapan Presiden Mengarah Ke Makar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 lebih tinggi dibandingkan mayoritas negara yang tergabung dalam kelompok G20.

“Seperti China yang di angka 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, bahkan Jepang di angka 0,7 persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, Kamis (5/11/2026).

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di bawah India yang tumbuh 7,8 persen.

Airlangga menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah telah berada di jalur yang tepat. Pemerintah akan melanjutkan kebijakan terarah untuk menjaga momentum pertumbuhan, terutama melalui peningkatan investasi.

Baca juga : Ada Penebalan Pasukan Untuk Jakarta

"Dengan fundamental yang kuat, investasi terus meningkat. Tentu, dukungan kebijakan yang terarah akan terus dijalankan," jelasnya.

Airlangga mengatakan pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen sepanjang 2026 sesuai APBN. Target tersebut dinilai masih sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara kumulatif pada Januari-September 2026 yang mencapai 5,45 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan terus mendorong belanja hingga akhir tahun guna menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya melalui stimulus ekonomi dengan pagu anggaran Rp 31 triliun.

Meski demikian, Airlangga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diantisipasi pada kuartal IV-2026. Risiko tersebut antara lain kenaikan harga minyak dunia, suku bunga negara-negara maju, serta dampak El Nino yang diperkirakan memengaruhi 61 persen wilayah Indonesia. MEN

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.