Dark/Light Mode

Ridwan Kamil Figur Paling Kompetitif Jadi Lawan Anies Di Pilgub Jakarta

Kamis, 25 Juli 2024 21:13 WIB
Ridwan Kamil. (Foto: Ist)
Ridwan Kamil. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indikator Politik Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon gubernur (cagub) Jakarta. Hasilnya, Ridwan Kamil menjadi figur paling kompetitif untuk melawan Anies Baswedan karena bisa mengambil suara dari pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Survei itu dilaksanakan pada 18-26 Juni 2024 dengan margin of error lebih kurang 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Dalam pelaksanaannya Indikator Politik Indonesia melakukan survei dengan beberapa simulasi. Mulai simulasi top of mind, simulasi 40 nama, simulasi 16 nama, simulasi tiga nama, sampai simulasi dua nama.

Dalam simulasi Anies melawan RK, elektabilitas RK naik signifikan. Dari angka 18,9 persen menjadi 38,8 persen. RK dinilai mampu mengambil suara pemilih Ahok. 

Baca juga : Survei Indikator: Anies-Ahok Duet Maut Pilgub Jakarta 2024

”Dari data yang kami punya, berbagai simulasi itu, dalam simulasi head to head nama-nama tadi (suaranya) cenderung nambah ke Ridwan Kamil. Makanya saya mengatakan bahwa Ridwan Kamil punya potensi sebagai calon yang lebih inklusif karena dia narik (suara) dari pendukung yang lain,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi secara daring, Kamis (25/7/2024).

Dalam simulasi tersebut, elektabilitas Anies berada pada angka 50,1 persen, sedangkan elektabilitas RK 38,8 persen. Selisih ini wajar terjadi karena RK memang belum melakukan aktivitas politik secara intens di Jakarta.

Namun, Burhanuddin melihat ada peluang mantan gubernur Jawa Barat tersebut untuk membuat persaingan menjadi ketat berdasarkan hasil survei.

Baca juga : Mantan Napi Boleh Kok Maju Di Pilgub Jakarta

”Ridwan Kamil masih terbuka peluangnya meskipun peluangnya tidak sebesar di Jawa barat. Tetapi, bukan berarti dia kartu mati di Jakarta. Karena kemampuan Ridwan Kamil untuk menarik pendukung yang lain itu lebih kuat,” terang dia. 

Contoh paling sederhana adalah pendukung Ahok. Burhanuddin menyebutkan bahwa pendukung Ahok cenderung mengalihkan dukungannya kepada RK bila figur yang mereka dukung tidak maju di Pilkada Jakarta. Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Anies ada pada angka 43,8 persen, Ahok dengan 32,1 persen, dan RK 18,9 persen. Saat Ahok dihilangkan dan tersisa Anies melawan RK, elektabilitas RK naik signifikan dan selisih elektabilitas RK dengan Anies semakin tipis. 

”Ketika Ahok tidak masuk dalam simulasi, saya asumsikan Anies versus RK, secara langsung suara pemilih Ahok itu cenderung lari ke RK, suara RK awalnya sekitar 18 persen langsung melonjak 20 persen jadi 38,8 persen. Jadi, meskipun Ahok nomor dua di bawah Anies dalam segala simulasi dan di atas Ridwan Kamil, tetapi kalau melihat tren ini sepertinya RK lebih kompetitif melawan Anies ketimbang Ahok,” jelas Burhanuddin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.