Dark/Light Mode

Tim Luthfi-Yasin Diserang Hoaks Pecah Belah TNI-Polri

Senin, 18 November 2024 09:06 WIB
Tim Pemenangan Luthfi-Yasin yang juga mantan perwira tinggi TNI, Letjen TNI (Purn) Bakti Agus Fadjari. Foto: Istimewa
Tim Pemenangan Luthfi-Yasin yang juga mantan perwira tinggi TNI, Letjen TNI (Purn) Bakti Agus Fadjari. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi dan Gus Yasin, kembali menjadi sasaran fitnah melalui penyebaran hoaks yang memecah belah.

Paslon Luthfi-Yasin difitnah sebagai penyebar gambar provokasi yang merendahkan institusi TNI demi kepentingan politik.

Gambar ilustrasi provokatif ini beredar di media sosial. Gambar tersebut memperlihatkan seorang anggota TNI dalam kondisi terikat, sementara di belakangnya ada sosok berseragam Polri.

Baca juga : Prabowo: Luthfi-Taj Yasin Berpengalaman Jadi Pemimpin Di Jateng

Disertai tulisan provokatif, gambar itu berbunyi, "Jateng Pilih Polisi, Gak Butuh Loreng TNI, Ayo Coblos Ahmad Luthfi." Ilustrasi ini telah menyebar melalui dua akun TikTok, yakni @relawankomjenluthfi dan @RelawanLuthfi.Solo, dalam sepekan terakhir.

Dewan Pembina Tim Pemenangan Luthfi-Yasin yang juga mantan perwira tinggi TNI, Letjen TNI (Purn) Bakti Agus Fadjari merespons dengan keras fitnah tersebut.

Dia menegaskan, gambar tersebut bukan berasal dari pihaknya dan menyebutnya sebagai upaya fitnah yang keji.

Baca juga : Doakan Luthfi-Yasin, Ribuan Relawan Padati GOR Trisanja Tegal

"Kami dari tim 02 tidak mungkin menyebarkan gambar yang mempertentangkan antara TNI dan Polri. Saya sendiri seorang tentara, tidak mungkin saya menistakan diri sendiri atau institusi TNI-Polri yang harus kita jaga bersama," tegasnya dalam keterangannya, Senin (18/11/2024).

Bakti Agus menyampaikan, timnya telah melaporkan penyebaran gambar provokatif ini ke Polda Jawa Tengah untuk diusut tuntas.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak memiliki dasar kebenarannya.

Baca juga : Luthfi -Taj Yasin Bertemu Jokowi, Pengamat: Sinyal Kuat Didukung

"Tolong masyarakat paham bahwa ini adalah berita tidak benar. Kami telah melaporkan sebaran gambar ilustrasi tersebut ke Polda Jawa Tengah, dan kasus ini tengah ditangani secara hukum yang berlaku," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.