Dark/Light Mode

Lewat Program Inseminator Senator

Angelo Wake Kako Dorong Inseminasi Buatan untuk Kejar Swasembada Daging dan Susu

Jumat, 24 April 2026 16:03 WIB
Foto: DPD.
Foto: DPD.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPD asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Angelo Wake Kako, menggagas gerakan “Senator Inseminator” untuk mempercepat program inseminasi buatan sebagai strategi menuju swasembada daging dan susu nasional.

Angelo, yang juga menjabat Wakil Ketua Komite II DPD, turut terlibat dalam kegiatan “Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) 2026” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Bale Gede Pakuan, Bandung, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia sektor peternakan agar lebih kompeten dan siap kerja.

“Sektor peternakan adalah masa depan Indonesia. Kalau kita serius, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi kekuatan besar di bidang ini,” ujar Angelo.

Baca juga : Tinjau PT Garam, Menko Pangan Dorong Percepatan Swasembada Garam Nasional 2027

Menurutnya, inseminasi buatan merupakan instrumen efektif untuk meningkatkan produktivitas ternak secara cepat dan terukur.

Program ini juga sejalan dengan agenda Prabowo Subianto dalam mendorong “revolusi putih”, yakni target swasembada daging dan susu nasional.

Sebagai bentuk implementasi, Angelo mengaku telah mulai menjalankan program inseminasi buatan di NTT. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam rantai produksi peternakan.

“Konsepnya sederhana, kita ingin masyarakat NTT terlibat langsung dalam agenda swasembada pangan, khususnya sektor peternakan sapi,” tuturnya.

Baca juga : Tanam Raya Jagung Serentak, Kapolri: Tuntaskan Target Swasembada Pangan Presiden

Melalui gerakan “Senator Inseminator”, Angelo aktif turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktik langsung inseminasi buatan.

Program ini tidak hanya menitikberatkan aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat serta mendorong keterlibatan aktif peternak.

“Pertama, kita bangun kesadaran bahwa swasembada itu penting. Kedua, kita libatkan masyarakat sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton,” tegasnya.

Inseminasi buatan memiliki sejumlah keunggulan, antara lain meningkatkan mutu genetik ternak, memperbaiki tingkat kelahiran secara teratur, serta mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul.

Baca juga : Berkat Program MBG, Peternak Telur Malang Rasakan Kepastian Usaha

Metode ini juga dinilai efektif dalam menekan risiko penularan penyakit pada ternak.

Angelo berharap, gerakan ini dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mempercepat swasembada daging dan susu. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga keberpihakan kebijakan dan keterlibatan masyarakat. Jika semua bergerak bersama, target swasembada bukan hal yang mustahil,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.