Dark/Light Mode

Konsel Politik sebagai Obat

Dr. Stevi Harman Dorong Transformasi Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi di NTT

Senin, 27 April 2026 14:51 WIB
Foto: DPD RI.
Foto: DPD RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPD dari Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Maria Caecilia Stevi Harman, menghadirkan pendekatan unik dalam politik dengan mengusung konsep “Politik sebagai Obat” untuk menjawab persoalan kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Senator muda periode 2024–2029 ini tampil dengan pendekatan teknokratik yang inovatif dalam panggung legislasi nasional.

Ia memandang masyarakat bukan sekadar angka statistik, melainkan entitas yang membutuhkan kebijakan publik berbasis solusi untuk mengatasi persoalan struktural seperti stunting, kerentanan pangan, dan kemiskinan di NTT.

Lahir pada 13 September 1995, dr. Stevi merupakan putri dari politisi senior Benny Kabur Harman. Meski demikian, ia menegaskan memilih jalur mandiri dalam membangun kapasitas intelektualnya.

Ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi Penelitian Medis di Monash University, Australia.

Baca juga : Bank Jakarta XPORIA 2026 Dorong Transformasi Jadi Orkestrator Ekonomi Ibu Kota

Pengalaman sebagai dokter umum di SK Lerik Kupang, Puskesmas Pasir Panjang, dan Puskesmas Manutapen membawanya memahami langsung persoalan kesehatan di akar rumput.

“Saya tidak sekadar mewarisi nama keluarga, tetapi tanggung jawab moral untuk membedah penyakit sosial masyarakat melalui kebijakan publik,” ujarnya, Senin (27/4/2026). 

Kepercayaan publik terhadap visinya tercermin dalam hasil Pemilu Legislatif 2024, di mana ia meraih 405.579 suara sah.

Tak hanya aktif di parlemen, dr. Stevi juga terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat.

Sebagai Direktur PT Dawai Sejahtera, ia mengembangkan Watu Mori Farm di Manggarai Barat sebagai pusat pelatihan agribisnis bagi siswa dan mahasiswa vokasi.

Baca juga : Penting, Transformasi Transportasi Umum Demi Kemandirian Energi Indonesia

Program ini tidak hanya membekali keterampilan pertanian, tetapi juga literasi digital dan pemasaran berbasis e-commerce.

Ia juga mengembangkan model ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor pertanian dengan pariwisata Labuan Bajo.

Selain itu, ia mendorong hilirisasi komoditas kakao di Manggarai Timur guna meningkatkan nilai tambah bagi petani dan memutus ketergantungan pada tengkulak.

Sebagai anggota Komite III DPD, dr. Stevi aktif memperjuangkan perlindungan sosial bagi petani melalui skema BPJS Ketenagakerjaan.

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan bantuan benih dan alat. Negara harus hadir melindungi kesejahteraan petani melalui jaminan sosial,” tegasnya.

Baca juga : Dubes RI Di Nairobi Dorong ASEAN Dan Kenya Kembangkan Ekonomi Biru

Ia juga mengadvokasi status PPPK bagi tenaga kesehatan honorer serta mendorong pemberian insentif yang layak bagi kader posyandu sebagai ujung tombak pencegahan stunting.

Di tingkat kebijakan, dr. Stevi menekankan pentingnya sinkronisasi data nasional berbasis NIK agar masyarakat tidak kehilangan akses terhadap bantuan sosial dan layanan kesehatan.

Ia juga mendorong akses pembiayaan dan pendampingan teknologi bagi pelaku UMKM di NTT. Berpijak pada nilai keberagaman, dr. Stevi menegaskan pentingnya layanan publik yang inklusif tanpa diskriminasi.

“Dalam pembangunan, tidak boleh ada kelompok yang merasa menjadi warga kelas dua,” ujarnya.

Melalui kombinasi pendekatan ilmiah dan empati sosial, dr. Stevi menunjukkan bahwa peran legislatif dapat menjadi instrumen nyata dalam menghadirkan perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.