Dark/Light Mode
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Kejaksaan sedang “menyala”, bagaimana dengan KPK?
Sebagai lembaga yang pernah ditakuti, KPK mestinya bisa seperti kejaksaan. Menyala dan bersinar kembali.
Kalau Presiden Prabowo berhasil memperkuat Kejaksaan, diharapkan hal yang sama bisa dilakukan terhadap lembaga lain, termasuk KPK.
Baca juga : Perlu Antisipasi Segera Dan Serius
Kejaksaan sudah mendapatkan “amunisi” berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025. Perpres ini mengatur perlindungan terhadap jaksa.
Perpres ini memberikan perlindungan hukum dan pengamanan (militer) terhadap para jaksa. Dengan demikian, jaksa bisa menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal tanpa rasa takut. Tanpa merasa terancam.
Hasilnya, Kejaksaan mulai “menyala”, walau belum optimal. Banyak kasus besar yang dibongkar. Tapi, dari kasus-kasus besar tersebut publik masih mempertanyakan: bisakah dan mampukah kejaksaan membongkarnya sampai tuntas, tidak “pilah-pilih” tanpa pandang bulu?
Baca juga : Perang Dunia & Periuk Nasi
Selain kejaksaan, kita berharap semua lembaga hukum bisa bergerak. Semuanya optimal. Karena, pemberantasan korupsi tidak bisa mengandalkan hanya satu lembaga. Semuanya perlu digerakkan dan bersinergi.
Kejaksaan, KPK, Kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) perlu berkolaborasi. Bukan bersaing.
Semua lembaga perlu diorkestrasi dengan baik dan optimal. Kalau perlu bekerjasama dalam satu operasi gabungan. Bisa berbagi data. Saling mendukung. Tidak saling menghambat.
Baca juga : Naik Ke Gigi Empat?
Kalau semua lembaga bisa bersatu dan bersinergi, bisa dibayangkan bagaimana wajah dan postur pemberantasan korupsi di negeri ini. Pasti akan lebih kokoh, kuat dan optimal.
Pekan ini, dua hari berturut-turut, KPK melakukan penggeledahan dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.