Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Perang 12 hari antara Israel dan Iran berakhir. Statusnya: “gencatan senjata”. Belum perdamaian sepenuhnya. Artinya, apa yang akan terjadi selanjutnya, sulit ditebak. Perdamaian bisa tercipta, permanen. Peperangan juga bisa terus berlanjut.
Indonesia perlu melakukan antisipasi segera dan serius untuk segala kemungkinan. Ketua DPR Puan Maharani, seperti diberitakan Rakyat Merdeka, Rabu (25/6), sudah mewanti-wanti agar DPR dan Pemerintah segera berembuk untuk menyusun APBN 2026. Hal ini penting, agar APBN tetap terjaga di tengah ekonomi global yang tak menentu.
Kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas dari peperangan misalnya, akan memicu kenaikan harga-harga lainnya. Ini jelas akan membebani rakyat. Karena itu, penyusunan APBN perlu berbasis kerakyatan.
Kita berharap, pemerintah bisa secara bijak dan matang, misalnya mematok harga dan subsidi BBM atau listrik. Karena, dampaknya bisa berantai. Penentuan subsidi BBM dan listrik akan sangat sensitif dan strategis. Perlu kehati-hatian.
Baca juga : Perang Dunia & Periuk Nasi
Bantuan sosial yang selama ini berjalan, harus lebih diperhatikan. Kalau perlu ditingkatkan. Daya beli rakyat, jangan sampai terus melemah.
Penambahan jumlah kelompok rentan, seperti korban PHK, serta kelas menengah yang turun kelas, perlu menjadi perhatian khusus. Sejauh ini, kelas menengah merasa ditinggalkan dan kurang diperhatikan.
Ini penting, karena kelas menengah punya kemampuan yang lebih tajam dan detail untuk menggugat serta menyorot situasi dan kondisi.
“Kelas menengah yang berisik” ini bisa mempersoalkan sangat tajam hal-hal yang tidak dibayangkan sebelumnya. Hak-hak binatang, transportasi yang buruk, sampai ke pendidikan gratis untuk seperti yang sudah diputuskan Mahkamah Konstitusi, bisa dipersoalkan dan digugat.
Baca juga : Naik Ke Gigi Empat?
Perlu juga dipastikan bahwa beragam bantuan sosial, baik untuk kelas menengah atau kelas di bawahnya, bisa tepat sasaran. Jangan sampai dikorupsi.
Ini perlu diingatkan karena beberapa kali bansos diselewengkan atau tidak tepat sasaran. Bahkan oleh menterinya sendiri.
Kita berharap, gencatan senjata antara Israel dan Iran bisa menghasilkan perdamaian yang permanen. Tidak sekadar gencatan senjata atau penghentian sementara.
Karena, efek konflik ini bisa sangat panjang dan luas. Sampai ke pelosok Indonesia. Harga gorengan, warteg, pupuk, obat dan sembako misalnya, bisa meroket.
Baca juga : Panggung Uang, Puji & Warning
Inilah mengapa, DPR dan Pemerintah perlu berhati-hati menyusun APBN 2026 dan membuat kebijakan. Di tengah gonjang-ganjing dan tantangan seperti sekarang, yang dibutuhkan bukan sekadar otak, tapi juga hati serta sikap kenegarawanan yang bisa melihat jernih, jauh ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.