Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Birokrasi kita semakin pandai mengukur dirinya sendiri. Ada indeks reformasi birokrasi, indeks pelayanan publik, nilai akuntabilitas kinerja, evaluasi kelembagaan, hingga berbagai penghargaan inovasi. Kementerian berlomba memperbaiki skor. Pemerintah daerah mengejar predikat. Presentasi kinerja semakin mengilap. Tetapi di luar ruang penilaian, seorang warga masih bisa menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk menyelesaikan satu urusan administrasi. Negara punya banyak indeks keberhasilan. Rakyat cuma ingin urusannya selesai.
Pengukuran tentu diperlukan. Tanpa indikator, pemerintah sulit mengetahui apakah anggaran digunakan dengan benar dan pelayanan membaik. Persoalannya muncul ketika alat ukur berubah men jadi tujuan. Kantor pelayanan sibuk menyiapkan dokumen penilaian. Pegawai mengejar kelengkapan bukti. Pimpinan menginginkan predikat terbaik. Yang semula dirancang untuk memperbaiki pelayanan justru berpotensi melahirkan pekerjaan administratif baru. Birokrasi akhirnya bekerja keras untuk menunjukkan bahwa dirinya telah bekerja keras.
Baca juga : Birokrasi Jangan Lomba
Bagi masyarakat, mutu pelayanan tidak serumit formulir evaluasi. Seorang ibu ingin mengurus akta kelahiran tanpa dipingpong.
Pelaku UMKM membutuhkan izin usaha yang jelas dan cepat. Pasien berharap pelayanan kesehatan tidak terhambat persoalan administrasi. Warga desa menginginkan bantuan yang tepat sasaran tanpa harus mencari orang dalam. Mereka tidak menanyakan nilai evaluasi instansi yang didatangi. Mereka menilai negara dari pengalaman sederhana: berapa lama menunggu, berapa biaya yang keluar, seberapa jelas prosedurnya, dan apakah urusannya benar-benar selesai.
Baca juga : Pangan Jangan Panggung
Michael Power dalam The Audit Society: Rituals of Verification menjelaskan bagaimana praktik audit dan verifikasi berkembang menjadi mekanisme penting dalam tata kelola organisasi modern. Namun, ketika kebutuhan untuk membuktikan kepatuhan semakin dominan, organisasi dapat terdorong menghasilkan bukti bahwa mereka terkendali, bukan selalu memperbaiki kenyataan yang hendak dikendalikan. Audit tetap penting untuk akuntabilitas. Masalah muncul ketika ritual pemeriksaan lebih menentukan perilaku organisasi daripada tujuan substantifnya. Dalam birokrasi, laporan yang sempurna tidak otomatis berarti pelayanan yang sempurna.
Bahaya berikutnya adalah munculnya keberhasilan administratif yang tidak selalu sejalan dengan pengalaman publik. Sistem digital dinyatakan selesai dibangun, tetapi warga masih harus memasukkan data yang sama berkali-kali Mal pelayanan publik diresmikan, tetapi keputusan tetap menunggu meja lain. Standar pelayanan terpampang di dinding, tetapi kepastian waktu sulit diperoleh. Pengaduan tercatat telah ditindaklanjuti, padahal persoalan warga belum terselesaikan. Semua prosedur mungkin terpenuhi. Namun negara yang terlalu sibuk memeriksa prosedur bisa kehilangan kepekaan terhadap hasil.
Reformasi birokrasi karena itu harus berani mengubah pusat penilaiannya. Kurangi indikator yang sekadar menghitung kegiatan, perbanyak ukuran yang mencerminkan pengalaman warga. Ukur waktu penyelesaian nyata, biaya yang benarbenar ditanggung masyarakat, pengaduan yang tuntas, serta kemudahan akses bagi kelompok rentan. Integrasikan layanan agar warga tidak menjadi kurir antarlembaga. Audit administrasi tetap diperlukan, tetapi harus dilengkapi evaluasi independen dan umpan balik pengguna layanan. Penghargaan boleh diberikan, asalkan tidak menjadi alasan untuk berhenti memperbaiki diri.
Negara tidak dibangun untuk memenangkan perlombaan antarkantor pemerintah. Birokrasi adalah instrumen pelayanan, bukan panggung pembagian piala. Keberhasilan sesungguhnya tidak terletak pada seberapa tinggi nilai sebuah instansi, melainkan seberapa sedikit kesulitan yang harus ditanggung rakyat ketika berurusan dengannya. Birokrasi boleh mendapat nilai A dari negara. Tetapi jangan sampai rakyat tetap mendapat nomor antrean.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.